Kapten Inggris Harry Kane menegaskan bahwa "terlalu dini" untuk berspekulasi mengenai akhir karier internasionalnya menyusul kekalahan menyakitkan 1-2 dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026

Striker berusia 32 tahun itu menolak menutup peluang untuk kembali memimpin The Three Lions hingga Piala Dunia 2030 mendatang.

Inggris Terhenti di Semifinal

Langkah Inggris terhenti secara dramatis di Mercedes-Benz Stadium setelah keunggulan lewat gol Anthony Gordon di menit ke-55 sirna. Taktik bertahan yang diterapkan Thomas Tuchel berujung petaka ketika Enzo Fernández menyamakan kedudukan pada menit ke-85, disusul gol kemenangan Lautaro Martínez di masa injury time.

Baca juga: Inggris 1-2 Argentina: Dua Asis Messi Bawa Albiceleste ke Final Piala Dunia 2026

Di tengah duka akibat kegagalan ini, Kane langsung dihadapkan pada pertanyaan besar mengenai masa depannya, mengingat turnamen berikutnya di Spanyol, Portugal, dan Maroko baru akan bergulir empat tahun lagi.

"Terlalu dini untuk membicarakan hal itu," ujar Kane. "Bagi saya, ini tentang menjalaninya tahun demi tahun dan melihat bagaimana kondisi fisik saya. Tim nasional adalah kebanggaan dan kebahagiaan terbesar saya, ini adalah hal yang paling saya cintai."

Terinspirasi Umur Panjang Lionel Messi

Mengingat Piala Dunia 2030 masih cukup jauh dan usianya akan menginjak 36 tahun saat itu, Kane menyadari tantangan fisik besar yang menantinya. Namun, ia justru mengambil inspirasi dari sosok yang baru saja mengalahkannya di lapangan, yaitu kapten Argentina Lionel Messi yang tetap tampil luar biasa di level tertinggi pada usia 39 tahun.

Kane menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menaruh batasan usia pada karier sepak bolanya. Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris di Piala Dunia setelah mengoleksi total enam gol di turnamen ini, serta pemilik 121 penampilan bersama timnas, ia merasa babak sejarahnya belum selesai sebelum mampu mempersembahkan trofi bagi negaranya.

Baca juga: "Inggris Tidak Dikutuk!" Tegas Tuchel Setelah Kekalahan Menyakitkan dari Argentina

"Empat tahun masih lama dan saya akan berusia 33 tahun di musim panas, tetapi seperti yang Anda lihat pada Leo [Messi], dia masih tampil di level tertinggi [pada usia 39],” tambahnya.

"Saya tidak pernah ingin membatasi hal-hal ini. Untuk saat ini, ini tentang memproses kekalahan berat lainnya."

Evaluasi Taktik yang Menyakitkan

Sang kapten juga tidak menutup mata atas kegagalan taktis yang membuat Inggris kehilangan tiket ke final setelah sempat memegang kendali permainan. Keputusan Thomas Tuchel untuk menarik keluar Anthony Gordon dan memasukkan bek Ezri Konsa di menit ke-77 dinilai publik terlalu pasif, sehingga mengundang badai serangan tanpa henti dari lini serang Argentina.

Inggris tercatat hanya memegang 12% penguasaan bola setelah gol tersebut, membiarkan Argentina terus menggempur hingga Enzo Fernández dan Lautaro Martínez membalikkan keadaan di menit-menit akhir.  

Menurut Kane, timnya terlalu cepat menurunkan garis pertahanan setelah unggul satu gol, sebuah kesalahan fatal yang tidak boleh terjadi di level kompetisi tertinggi seperti semifinal Piala Dunia.

"Tidak banyak yang bisa dikatakan - semua orang sangat kecewa," ujar Kane.

"Ketika Anda sudah sangat dekat, hanya 10 menit lagi, dan itu lepas dari genggaman Anda seperti itu, jelas para pemain sangat terpukul.

Baca juga: Tuchel Pastikan Dirinya Bertahan Bersama Inggris hingga Euro 2028

"Kami bermain sangat baik selama 60 menit. Kami mencetak gol dan pantas unggul, kemudian kami kesulitan menguasai bola, kesulitan memberikan tekanan pada bola, dan itu memungkinkan mereka untuk menciptakan lebih banyak momentum dan peluang di sepertiga akhir lapangan.

"Kita harus mencari tahu bagaimana kita bisa meningkatkan kemampuan dalam situasi tersebut. Itu mungkin menjadi bagian yang hilang selama empat atau lima turnamen terakhir."

Fokus Tersisa di Miami

Sebelum mengevaluasi rencana jangka panjangnya menuju tahun 2030, Kane harus kembali memimpin rekan-rekannya dalam laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis di Miami pada hari Minggu nanti.

Secara individu, Kane yang mengoleksi enam gol juga masih memiliki peluang untuk mengejar Lionel Messi dan Kylian Mbappé dalam perburuan sepatu emas turnamen. Satu hal yang pasti dari pernyataan sang kapten di Atlanta adalah ia belum siap mengucapkan selamat tinggal kepada seragam berlambang Tiga Singa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!