Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Robert Lewandowski akhirnya buka suara mengenai alasan emosional di balik keputusannya menolak semua tawaran dari klub-klub top Benua Biru demi bergabung dengan Chicago Fire di Major League Soccer (MLS). Penyerang legendaris berusia 37 tahun itu menegaskan bahwa setelah masa baktinya yang gemilang bersama FC Barcelona berakhir, hatinya sudah tertutup untuk klub Eropa lainnya.
Pencetak gol terbanyak sepanjang masa Polandia ini resmi diperkenalkan sebagai Designated Player baru Chicago Fire dengan kontrak berdurasi dua tahun hingga Juni 2028. Langkah ini mengejutkan lantai bursa transfer musim panas, mengingat namanya sempat dikaitkan dengan beberapa tim kontestan Liga Champions. Namun bagi sang striker, kesetiaan dan rasa hormat terhadap Blaugrana menjadi kompas utama yang mengarahkannya menyeberangi Samudra Atlantik.
Dalam sesi konferensi pers perdananya di Illinois, Lewandowski secara terbuka mengungkapkan isi hatinya mengenai romansa singkat namun mendalam yang ia lalui di Camp Nou.
Baca juga: Lewandowski Resmi Gabung Chicago Fire Setelah Tinggalkan Barcelona
Selama empat musim berseragam Barcelona, ia sukses mempersembahkan tiga gelar La Liga, tiga Piala Super Spanyol, dan satu Copa del Rey. Ikatan batin itulah yang membuatnya enggan menjadi musuh bagi Barcelona di kompetisi Eropa.
"Saya memutuskan bahwa setelah Barcelona berakhir bagi saya, saya tidak ingin tinggal di Eropa," kata Lewandowski.
"Saya tidak ingin bermain lagi setelah Barcelona dan klub lain [di Eropa]. Di satu sisi, tentu saja, itu adalah keputusan yang sulit bagi saya, bagi keluarga saya, untuk pindah ke luar Eropa.
"Tetapi di sisi lain, kami tahu bahwa kami ingin tetap berada di klub lain karena apa yang telah kami lakukan di Barcelona. Dan saya tidak bisa membayangkan diri saya berada di klub [Eropa] baru selain Barcelona."
Keputusan untuk merapat ke Chicago Fire FC ternyata tidak diambil secara sepihak. Sebelum menandatangani dokumen kontrak, penyerang peraih dua kali gelar Pemain Terbaik FIFA ini sempat melakukan diskusi mendalam dengan dua mantan sekondannya di Bayern Munich yang sudah lebih dulu mencicipi sepak bola Amerika.
Lewandowski menghubungi Bastian Schweinsteiger, yang sempat menjadi ikon Chicago Fire selama tiga musim, serta Thomas Müller yang saat ini membela klub MLS asal Kanada, Vancouver Whitecaps.
Baca juga: Misi Komplet: Lewandowski Pamit dari Barcelona Setelah Empat Tahun Penuh Trofi
"Ketika saya mulai bertanya, tidak hanya tentang MLS, tetapi juga tentang kota dan bagaimana klub itu terlihat, mereka mengatakan kepada saya bahwa itu luar biasa," ungkap Lewandowski. "Dan juga tentang kehidupan, tidak hanya sebagai klub untuk pelatihan, tetapi juga untuk keluarga itu luar biasa."
Kedatangan Lewandowski langsung mendongkrak optimisme di internal klub yang kini dilatih oleh Gregg Berhalter. Chicago Fire saat ini tengah dalam performa impresif, duduk di peringkat ketiga Wilayah Timur MLS dan hanya terpaut tujuh poin dari pemuncak klasemen, Nashville SC.
Dengan torehan lebih dari 700 gol sepanjang karier profesionalnya, Lewandowski diproyeksikan menjadi kepingan puzzle terakhir untuk membawa Chicago Fire menyudahi puasa gelar domestik mereka. Bagi MLS, ini adalah kudeta transfer besar lainnya. Bagi Lewandowski, ini adalah panggung pembuktian bahwa ketajamannya belum habis, sekaligus menjaga respeknya pada publik Catalan tetap utuh.