Parma meraih kemenangan meyakinkan 3-0 saat bertandang ke markas Atalanta dalam lanjutan Serie A 2026-27. Bermain di New Balance Arena, Bergamo, Selasa dini hari WIB, tim tamu tampil efektif untuk mengamankan tiga poin sekaligus memberikan kemenangan pertama bagi pelatih Alberto Gilardino sejak mengambil alih kursi kepelatihan.

Giovanni Fabbian membuka keunggulan Parma menjelang akhir babak pertama, sebelum gol bunuh diri Davide Zappacosta dan gol cantik Simone Lontani memastikan kemenangan tim tamu. Hasil ini membawa Parma mengoleksi delapan poin dan menyamai perolehan Fiorentina serta Sassuolo di klasemen sementara. 

Fabbian Buka Keunggulan, Zappacosta Cetak Gol Bunuh Diri

Atalanta sebenarnya memulai pertandingan dengan lebih agresif. Charles De Ketelaere mendapatkan peluang pada menit kelima, tetapi tembakannya dari dalam kotak penalti masih melebar dari sasaran. Tiga menit kemudian, Nikola Krstovic sempat mencetak gol untuk tuan rumah, tetapi wasit menganulirnya karena posisi offside Davide Zappacosta dalam proses serangan.

Tekanan Atalanta berlanjut melalui sejumlah peluang dari Mario Pasalic, De Ketelaere, dan Ederson. Namun, pertahanan Parma mampu bertahan dengan baik, sementara kiper Giovanni Daffara beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap aman.

Baca juga: Fiorentina Gagal Pertahankan Keunggulan, Atalanta Paksa Hasil Imbang 2-2

Ketika Atalanta terlihat lebih menguasai jalannya pertandingan, Parma justru berhasil mencuri keunggulan pada menit ke-41. Berawal dari tendangan sudut Vincent Sierro, Fabbian melompat lebih tinggi dibandingkan para pemain bertahan tuan rumah dan mengarahkan sundulan ke gawang Marco Carnesecchi.

Atalanta hampir menyamakan kedudukan pada masa tambahan waktu babak pertama melalui tembakan voli Nicola Zalewski. Namun, Daffara tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut dan memastikan Parma memasuki jeda dengan keunggulan 1-0. 

Situasi semakin sulit bagi Atalanta hanya dua menit setelah babak kedua dimulai. Pada menit ke-47, Zappacosta berusaha memotong umpan silang El Bilal Touré dari sisi kanan, tetapi sentuhannya justru membuat bola masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut menggandakan keunggulan Parma menjadi 2-0.

Parma kemudian semakin menjauh pada menit ke-58. Fabbian kembali berperan penting dengan memberikan umpan kepada Lontani, yang melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti. Bola meluncur ke sudut bawah gawang tanpa mampu dijangkau Carnesecchi, mengubah skor menjadi 3-0. 

Daffara Gagalkan Upaya Kebangkitan Atalanta

Tertinggal tiga gol tidak membuat Atalanta berhenti menyerang. Jonathan Rowe sempat memperoleh peluang untuk memperkecil ketertinggalan, tetapi Daffara kembali melakukan penyelamatan penting. Kiper Parma tersebut juga menggagalkan upaya Krstovic pada menit ke-71.

Baca juga: Reuni Sang Legenda, Gilardino Resmi Ditunjuk Sebagai Pelatih Baru Parma

Peluang terbaik Atalanta datang pada menit ke-79 ketika Pasalic menyambut umpan silang Javison Idele dengan sundulan. Namun, bola hanya membentur mistar gawang. Lorenzo Bernasconi kemudian mencoba peruntungan melalui tembakan kaki kanan pada menit ke-88, tetapi Daffara kembali berada di posisi tepat untuk mengamankan bola.

Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Gilardino, yang akhirnya mendapatkan tiga poin pertamanya bersama Parma setelah beberapa pekan tanpa hasil maksimal. Sang pelatih memuji kerja kolektif para pemainnya, terutama karena mereka mampu melewati periode ketika Atalanta tampil lebih menekan pada awal pertandingan.

Sebaliknya, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Maurizio Sarri. Atalanta kini telah menelan lima kekalahan dari 10 pertandingan Serie A musim ini dan masih tertahan dengan 11 poin. Lini pertahanan mereka juga menjadi perhatian setelah kebobolan 12 gol dalam empat pertandingan liga terakhir.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!