Kejutan besar terjadi di Stadio Olimpico Grande Torino pada Minggu malam (26/4). Sang pemuncak klasemen sekaligus calon kuat juara musim ini, Inter Milan, dipaksa menunda pesta perayaan gelar mereka setelah ditahan imbang 2-2 oleh Torino. Sempat unggul dua gol, skuad asuhan Cristian Chivu harus puas pulang dengan hanya satu poin setelah kebangkitan luar biasa dari tim tuan rumah di paruh kedua.

Meski gagal meraih poin penuh, Inter Milan masih kokoh di puncak klasemen Serie A pekan ke-34 dengan koleksi 79 poin. Nerazzurri kini tetap menjaga jarak 10 poin dari Napoli di posisi kedua, sementara tambahan satu poin ini secara matematis memastikan Torino aman dari ancaman degradasi musim depan.

Dominasi Udara Inter

Inter Milan langsung menunjukkan kelasnya sejak peluit pertama dibunyikan. Mengandalkan penguasaan bola yang mencapai 65%, tim tamu terus menggempur pertahanan Il Toro. Peluang emas sempat tercipta melalui sundulan Manuel Akanji di awal laga, namun bola masih melenceng tipis.

Baca juga: Inter Milan Melaju ke Final Coppa Italia Setelah Menang Comeback 3-2 atas Como

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-23. Berawal dari skema serangan sayap yang menjadi ciri khas Inter musim ini, Federico Dimarco, yang mencatatkan assist ke-17 musim ini sekaligus memecahkan rekor Serie A, mengirimkan umpan silang akurat ke tiang jauh. Marcus Thuram yang berdiri tanpa kawalan berhasil menyambut bola dengan tandukan tajam yang menggetarkan jala gawang Alberto Paleari.

Di babak kedua, Inter seolah akan menyudahi laga dengan mudah. Pada menit ke-61, Dimarco kembali menjadi kreator dengan mencatatkan assist ke-18 miliknya musim ini melalui sepak pojok. Bek muda Yann Bisseck melompat paling tinggi dan menyundul bola masuk setelah sempat membentur tiang gawang. 2-0 untuk Inter Milan.

Kebangkitan Granata dan Penalti Vlasic

Tertinggal dua gol justru memicu semangat juang anak asuh Torino. Pada menit ke-70, harapan tuan rumah kembali hidup. Giovanni Simeone yang menerima umpan terobosan cerdik dari Emirhan Ilkhan berhasil mencungkil bola melewati jangkauan Yann Sommer yang mencoba menutup ruang.

Momen dramatis terjadi sembilan menit kemudian. Bek Inter, Carlos Augusto, dianggap melakukan pelanggaran handball di dalam kotak terlarang. Wasit menunjuk titik putih, dan Nikola Vlasic yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengecoh Sommer untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Baca juga: Chivu Bidik Gelar Ganda Usai Inter Singkirkan Como di Semifinal Coppa Italia

Di masa injury time, Inter sempat melancarkan serangan bertubi-tubi. Piotr Zielinski hampir mencetak gol kemenangan, namun tembakannya melebar tipis di sisi gawang.

Dengan empat pertandingan tersisa, Inter Milan kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi di laga selanjutnya melawan Parma untuk secara resmi mengunci gelar Scudetto 2025-26.

Bahkan gelar juara bisa dipastikan sebelum laga tersebut, jika Napoli kalah di Como dan jika Milan gagal menang saat bertandang ke Sassuolo.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!