Chivu Bidik Gelar Ganda Usai Inter Singkirkan Como di Semifinal Coppa Italia
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tampak emosional sekaligus lega setelah timnya memastikan diri melaju ke final Coppa Italia secara dramatis di San Siro. Berbicara usai pertandingan leg kedua semifinal yang menegangkan, Chivu mengakui bahwa hanya identitas unik bernama "Pazza Inter" (Inter yang Gila) yang mampu membalikkan defisit dua gol melawan Como sebanyak dua kali hanya dalam kurun waktu sepuluh hari.
Sepuluh hari yang lalu di Serie A, Inter sempat tertinggal sebelum akhirnya menang 4-3. Dini hari tadi, skenario serupa hampir terulang. Sempat dibuat frustrasi oleh kedisiplinan skuat asuhan Cesc Fabregas, I Nerazzurri bangkit di babak kedua untuk mengunci tiket ke partai puncak di Roma.
Mentalitas di Balik Kebangkitan
Chivu memuji keberanian timnya untuk tetap tenang meski tanpa kehadiran Alessandro Bastoni di lini belakang dan Lautaro Martinez di lini depan. Marcus Thuram kembali menjadi pahlawan dengan gol krusialnya, membuktikan bahwa kedalaman skuat Inter musim ini adalah salah satu yang terbaik di Eropa.
Baca juga: Inter Milan Melaju ke Final Coppa Italia Setelah Menang Comeback 3-2 atas Como
“Kami memiliki skuad yang telah bermain sangat baik sejak awal musim, jadi ketika mereka dipanggil, mereka menunjukkan kemampuan mereka,” kata Chivu kepada Sport Mediaset tentang para pemain penggantinya.
“Mereka yang masuk dari bangku cadangan hari ini memahami momen tersebut dan apa yang perlu dilakukan, jadi Diouf, Sucic, dan Pio Esposito semuanya menjalankan peran mereka dan menunjukkan keberanian. Ini adalah tim yang semuanya ingin bersaing hingga akhir.”
“Kami menyadari apa yang dilakukan Como, dan kami berhasil mencetak banyak gol ke gawang salah satu tim dengan rekor pertahanan terbaik di Italia. Para pemain ini sangat peduli dengan kebaikan Inter sehingga mereka berjuang sekeras ini untuk membalikkan keadaan.
“Membalikkan defisit 2-0 melawan Como dua kali dalam 10 hari, hanya Pazza Inter yang bisa melakukan itu.”
Gelar Ganda dan Dibandingkan dengan Mourinho
Kemenangan ini membawa Inter selangkah lebih dekat untuk mengulangi sejarah emas. Dengan keunggulan nyaman di puncak klasemen Serie A, Chivu tidak lagi malu-malu mengungkapkan ambisinya untuk menyapu bersih dua trofi domestik utama musim ini.
Baca juga: Inter Tantang Barcelona Terkait Rumor Bastoni
“Kami meraih tempat ini dengan kerja keras, menempatkan diri kami pada posisi yang memungkinkan kami untuk bermimpi, untuk mencapai target gelar Serie A dan trofi Coppa Italia,” tambah Chivu.
Kemenangan ini adalah langkah krusial untuk mewujudkan ambisi meraih gelar ganda di kompetisi domestik untuk pertama kalinya sejak meraih treble tahun 2010, yang saat itu ditukangi oleh Jose Mourinho. Pada musim tersebut, Chivu itu berada di dalam skuad, lalu ia mengungkapkan rasanya dibandingkan dengan mantan pelatihnya tersebut.
“Itu karena kalian di media menyukai berita utama, tetapi saya hanyalah Cristian, satu-satunya tanggung jawab saya adalah kepada para pemain ini,” tegasnya.
Baca juga: Chivu Puji Kedewasaan Inter Lawan Como, Beri Sindiran untuk Conte dan Allegri
“Saya hanya mencoba melakukan pekerjaan saya dengan sebaik mungkin untuk mereka yang percaya kepada saya, untuk para pemain hebat ini, dan berharap dapat membawa pulang beberapa tujuan kami,” ujar mantan bek itu sambil mengangkat bahu.
Di babak final yang akan digelar di Stadio Olimpico, Inter akan menghadapi pemenang antara Lazio atau Atalanta. Bagi Chivu, ini adalah kesempatan emas untuk meraih trofi mayor pertamanya sebagai pelatih kepala tim senior, sekaligus mengukuhkan dominasi Inter di tanah Italia pada musim 2025-26.