Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Gleison Bremer melontarkan kritik tajam terhadap rekan-rekan setimnya setelah Juventus menelan kekalahan telak 0-3 dari Lazio pada pekan ketujuh Serie A 2026-2027. Bek asal Brasil tersebut menilai sejumlah pemain kurang menunjukkan karakter ketika menghadapi tekanan dari para pendukung sendiri.
Juventus dipermalukan Lazio di Allianz Stadium, Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Gol Oliver Provstgaard, Gustav Isaksen, dan Fisayo Dele-Bashiru memastikan Biancocelesti membawa pulang tiga poin sekaligus memperburuk situasi Bianconeri pada awal musim.
Bremer tidak menyembunyikan kekecewaannya ketika berbicara kepada Sky Sport Italia setelah pertandingan. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab untuk memperbaiki performa tidak bisa dibebankan kepada satu atau dua pemain saja.
Bremer mengakui bahwa pelatih Luciano Spalletti telah memberikan instruksi yang jelas kepada tim. Namun, menurutnya, para pemain tetap harus bertanggung jawab untuk menerjemahkan arahan tersebut menjadi penampilan yang lebih baik di lapangan.
Baca juga: Spalletti Akui Juventus Kalah Kelas Usai Dilibas Lazio 0-3
“Pelatih memberikan instruksi, tetapi pada akhirnya kamilah yang harus menjalankannya di lapangan. Ada 11 pemain yang bermain dan lima pemain pengganti, jadi saya tidak bisa menggendong semua orang,” ujar Bremer.
Bek berusia 29 tahun tersebut juga menyoroti perbedaan karakter di dalam skuad Juventus. Ia menilai sebagian pemain mampu merespons tekanan dengan menunjukkan determinasi, sedangkan yang lain justru kehilangan keberanian ketika mendapatkan kritik dari tribun penonton.
“Saya berusaha membantu dan berbicara dengan mereka, tetapi setiap orang memiliki karakter masing-masing. Ada yang lebih berkarakter daripada yang lain. Ketika mendengar ejekan, beberapa pemain bersembunyi dan merasa takut,” lanjutnya.
Meski terdengar seperti serangan langsung terhadap rekan setimnya, Bremer menegaskan bahwa ia tidak bermaksud menunjuk individu tertentu. Ia memahami bahwa Juventus memiliki banyak pemain baru dan pemain muda yang masih beradaptasi dengan tuntutan bermain di klub sebesar Bianconeri.
Namun, ia tetap menekankan bahwa semua pemain harus mampu menghadapi situasi sulit, terutama ketika hasil pertandingan tidak berjalan sesuai harapan.
“Jika mereka mendengar cemoohan, mereka akan bersembunyi dan merasa takut. Saya tahu kami memiliki banyak pemain baru dan muda, jadi jika dibandingkan dengan Juve beberapa tahun lalu, situasinya memang berbeda,” tambahnya.
“Bukan berarti saya menyalahkan para pemain tersebut, tetapi setiap orang memang berbeda. Saat keadaan memburuk, sebagian orang bereaksi dengan penuh tekad, sementara yang lain justru bersembunyi. Itu memang kepribadian mereka masing-masing.”
Kritik Bremer muncul setelah Juventus menjalani pertandingan yang mengecewakan di hadapan pendukung sendiri. Tuan rumah sempat berusaha mengambil inisiatif serangan, tetapi kesulitan memaksimalkan peluang yang tercipta.
Baca juga: Gattuso Peringatkan Lazio agar Tak Terlena Usai Hajar Juventus 3-0
Lazio justru tampil lebih efektif. Provstgaard membuka keunggulan pada menit ke-37 melalui sundulan setelah menerima umpan dari Mattia Zaccagni. Isaksen kemudian menggandakan skor pada menit ke-66 lewat tembakan akurat, sebelum Dele-Bashiru memastikan kemenangan 3-0 pada menit ke-89 melalui serangan balik.
Bagi Bremer, situasi seperti ini membutuhkan reaksi bersama dari seluruh anggota skuad. Ia mengakui Juventus tampil buruk dan merasa kecewa, tetapi meminta rekan-rekannya segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.
“Kami memainkan pertandingan yang buruk dan merasa sangat kecewa. Namun, kami harus segera bangkit karena tidak punya banyak waktu untuk terus memikirkan kekalahan ini,” ungkapnya.