Langkah Inter Milan menuju gelar juara Serie A sedikit terhambat pada Minggu malam setelah tim asuhan Cristian Chivu membuang keunggulan dua gol dan harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Torino. Meski masih kokoh di puncak klasemen, Chivu mengakui adanya rasa penyesalan yang mendalam karena gagal mengunci poin penuh di Turin.

Nerazzurri tampak akan melenggang mulus setelah sundulan Marcus Thuram dan gol Yann Bisseck, yang keduanya berkat asis Federico Dimarco, membuat mereka unggul 2-0 hingga menit ke-60. Namun, kebangkitan dramatis dari tuan rumah melalui gol Giovanni Simeone dan penalti Nikola Vlasic membuyarkan skenario pesta kemenangan Inter.

"Hantu" yang Muncul di Menit Akhir

Berbicara kepada Sky Sport Italia seusai laga, Cristian Chivu bersikap jujur mengenai penurunan performa timnya di fase akhir pertandingan. Pelatih asal Rumania itu menyebut bahwa gol pertama Torino mengubah mentalitas para pemainnya.

"Ada penyesalan. Kami memegang kendali penuh, namun kami menderita akibat tekanan mereka di menit-menit akhir," ujar Chivu. 

Baca juga: Chivu Bidik Gelar Ganda Usai Inter Singkirkan Como di Semifinal Coppa Italia

"Gol pertama itu menakuti kami, dan gol kedua adalah konsekuensinya. Kami mencoba bereaksi, tetapi dalam pertandingan seperti ini, Anda bahkan berisiko kalah. Jadi, kredit untuk Torino; mereka tidak menyerah."

Chivu juga menambahkan komentar yang cukup mencolok mengenai situasi tersebut: "Saat Anda unggul 2-0, Anda berpikir semuanya mudah... lalu hantu-hantu mulai berdatangan dan ketegangan meningkat. Menurut pandangan saya, comeback mereka bahkan bisa berakhir lebih buruk bagi kami."

Rekor Dimarco dan Absennya Pilar Kunci

Meskipun hasilnya mengecewakan, Federico Dimarco mencatatkan tinta emas sejarah. Dengan dua asisnya malam ini, ia kini mengoleksi 18 asis di Serie A musim ini, memecahkan rekor asis terbanyak dalam satu musim liga yang sebelumnya dipegang oleh Alejandro 'Papu' Gomez.

Namun, rekor individu tersebut tak mampu menutupi pincangnya skuat Inter. Chivu mengungkapkan bahwa Hakan Calhanoglu dan Denzel Dumfries tidak dalam kondisi fit, sementara Lautaro Martinez masih harus menepi karena cedera panjang. Absennya para pilar ini terasa dampaknya saat Torino mulai meningkatkan intensitas serangan di 20 menit terakhir.

Abaikan Skandal, Fokus ke Parma

Wawancara pascapertandingan juga sempat menyentuh isu panas mengenai investigasi terhadap penunjuk wasit Gianluca Rocchi. Namun, Chivu dengan tegas menolak untuk terlibat dalam polemik tersebut.

Baca juga: Skandal Sepak Bola Italia: Wasit Dituduh Curang, Inter Milan Terseret

“Saya berbicara tentang sepak bola; saya adalah pelatih, dan saya dibayar untuk mempersiapkan pertandingan dengan cara terbaik, memberikan ketenangan dan motivasi,” tegas Chivu.

Inter kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengunci gelar Scudetto ke-21 mereka. Kesempatan emas itu akan hadir di hadapan pendukung sendiri di San Siro pada pekan depan saat mereka menjamu Parma. Bagi Chivu, laga tersebut tidak akan melibatkan emosi pribadi meski melawan mantan timnya; fokusnya hanya satu: menyelesaikan mimpi yang dimulai sembilan bulan lalu.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!