Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Ruben Amorim menegaskan bahwa penurunan performa AC Milan pada menit-menit akhir saat mengalahkan Atalanta dengan skor 3-2 tidak menghapus perkembangan positif yang ditunjukkan timnya. Pelatih asal Portugal tersebut juga mengungkapkan percakapan serius dengan Adrien Rabiot setelah gelandang itu memperlihatkan kekecewaannya terhadap penampilan Rossoneri pada babak kedua.
AC Milan sempat berada dalam posisi nyaman setelah unggul tiga gol melalui Goncalo Ramos, Rabiot, dan Mario Gila. Namun, Atalanta bangkit lewat Gianluca Gaetano dan Nikola Krstovic untuk memangkas ketertinggalan menjadi 2-3.
Rossoneri bahkan terancam kehilangan dua poin sebelum Mike Maignan melakukan penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang Davide Zappacosta. Meski demikian, Milan berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi dalam pertandingan Serie A di San Siro.
Amorim mengakui bahwa Milan harus mengevaluasi penampilan mereka, terutama setelah kehilangan kendali permainan pada babak kedua. Namun, ia menolak menjadikan drama di penghujung pertandingan sebagai satu-satunya tolok ukur untuk menilai perkembangan timnya.
“Jelas, hasil pertandingan adalah hal terpenting, tetapi kami juga harus menganalisis penampilan tim,” ujar Amorim, seperti dikutip dari wawancaranya dengan DAZN Italia dan Sky Sport Italia.
Baca juga: AC Milan Menang Dramatis 3-2 atas Atalanta 3-2
“Saya sudah mengatakan setelah pertandingan melawan Sassuolo bahwa kami sedang berkembang sebagai sebuah tim. Menit-menit akhir tidak mengubah hal itu. Sebaliknya, situasi tersebut memberi kami gambaran jelas bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.”
Pelatih berusia 41 tahun itu menilai Milan sebenarnya mengendalikan pertandingan dengan baik sebelum kebobolan gol pertama. Menurutnya, timnya bahkan lebih dekat untuk mencetak gol keempat daripada membiarkan Atalanta memperkecil ketertinggalan.
Namun, sejumlah keputusan buruk ketika membangun serangan dari lini belakang memberikan kesempatan kepada tim tamu untuk bangkit.
“Momentum pertandingan berubah sepenuhnya. Sebelum mereka mencetak gol pertama, kami mengendalikan permainan dan lebih dekat untuk mencetak gol keempat daripada kebobolan. Akan tetapi, beberapa keputusan buruk, khususnya saat membangun serangan, memberi mereka peluang. Kami harus memperbaiki hal tersebut,” tambahnya.
Amorim juga menyoroti perkembangan Milan setelah meraih kemenangan 4-0 atas RB Salzburg di Liga Europa pada pertengahan pekan. Ia menilai rotasi pemain membantu menjaga kondisi skuad, sementara pemahaman terhadap sistem pressing yang diterapkannya semakin membaik.
Menurutnya, para pemain mulai lebih memahami kapan harus menekan lawan dan bagaimana menempati posisi yang tepat. Meski begitu, perubahan pendekatan permainan tersebut membutuhkan waktu untuk benar-benar berjalan konsisten.
Selain membahas performa kolektif tim, Amorim turut menanggapi situasi yang melibatkan Rabiot. Gelandang asal Prancis tersebut terlihat frustrasi ketika Milan mulai kehilangan momentum pada babak kedua.
Rabiot sebelumnya menerima kartu kuning akibat melakukan protes kepada wasit. Situasi itu membuat Amorim harus mempertimbangkan risiko mempertahankannya di lapangan, terutama ketika Atalanta mulai meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan.
Sang pelatih mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Rabiot setelah turun minum. Ia menilai pengalaman sang gelandang menjadi faktor penting dalam keputusannya untuk tidak melakukan pergantian pemain.
“Rabiot adalah pemain yang sangat penting. Setelah turun minum, kami berbicara dengannya. Dia pemain berpengalaman dan tahu bahwa dia tidak bisa menghentikan setiap serangan ketika sudah menerima kartu kuning,” jelas Amorim.
Baca juga: Amorim Puas AC Milan Bantai Salzburg, tapi Masih Banyak yang Harus Diperbaiki
“Dia terlalu penting bagi tim untuk diganti. Namun, jika saya merasa pelanggaran berikutnya akan membuatnya menerima kartu lagi, saya akan menggantinya. Saya tidak merasakan hal itu pada saat tersebut.”
Kemenangan atas Atalanta memperpanjang awal musim Milan yang belum terkalahkan di Serie A. Hasil tersebut juga menjadi respons positif setelah mereka bermain imbang melawan Sassuolo pada pertandingan sebelumnya.
Meski demikian, Amorim mengetahui bahwa mempertahankan konsistensi selama 90 menit menjadi tantangan berikutnya. Keunggulan tiga gol yang hampir terbuang menunjukkan bahwa Milan masih perlu meningkatkan pengambilan keputusan, terutama ketika menghadapi tekanan lawan.
Bagi Amorim, kemenangan ini tetap menjadi bukti bahwa timnya bergerak ke arah yang tepat. Namun, perkembangan tersebut harus diikuti dengan kemampuan mengendalikan pertandingan sampai akhir agar Milan tidak kembali memberi lawan kesempatan untuk bangkit.