Milan 1-1 Como: Leao Selamatkan Rossoneri dari Kekalahan
Stadion San Siro menjadi saksi drama yang menguras emosi pada Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. AC Milan, yang tengah berjuang mengejar rival sekota Inter di puncak klasemen, nyaris dipermalukan oleh Como. Laga penutup giornata ke-25 Serie A 2025-26 ini berakhir imbang 1-1 melalui dua gol yang lahir dari momen magis individu.
Hasil ini terasa seperti kekalahan bagi publik Rossoneri. Tambahan satu poin membuat skuat asuhan Massimiliano Allegri tertahan di posisi kedua, kini terpaut tujuh poin dari Inter Milan yang semakin kokoh di singgasana.
Blunder Maignan dan Sengatan Nico Paz
Pertandingan dimulai dengan tempo yang relatif lambat, namun petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-15. Sebuah kesalahan distribusi bola yang tidak biasa dari Mike Maignan jatuh tepat di kaki pemain muda berbakat Como, Nico Paz.
Tanpa membuang waktu, mantan pemain Real Madrid itu melepaskan tembakan ke gawang yang sudah kosong, membungkam ribuan Milanisti yang memadati tribun.
Baca juga: Jangan Cuma 4 Besar, Capello Sebut AC Milan Harus Targetkan Juara Liga
Milan mencoba merespons dengan cepat. Fikayo Tomori hampir menyamakan kedudukan melalui tembakannya, namun kiper Como, Jean Butez, tampil gemilang dengan menepis bola tepat di garis gawang. Hingga turun minum, keunggulan 1-0 untuk tim asuhan Cesc Fabregas tetap bertahan.
Magis Leao dan Drama Kartu Merah Allegri
Memasuki babak kedua, Allegri melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Alexis Saelemaekers dan Youssouf Fofana untuk menambah daya gedor. Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-64.
Berawal dari umpan panjang akurat gelandang muda Ardon Jashari, Rafael Leao menunjukkan kelasnya. Pemain asal Portugal itu melakukan kontrol dada sempurna sebelum melepaskan bola lob melewati Butez yang mencoba menutup ruang. Skor berubah menjadi 1-1 dan San Siro kembali bergemuruh.
Namun, drama tidak berhenti di sana. Memasuki sepuluh menit terakhir, tensi di pinggir lapangan memanas.
Massimiliano Allegri harus diusir keluar lapangan oleh wasit Maurizio Mariani setelah melakukan protes keras secara berlebihan terhadap keputusan ofisial keempat. Ini merupakan kartu merah ketiga bagi sang manajer sepanjang musim 2025-26.
Baca juga: Rahasia Fabregas Bakar Semangat Como Tumbangkan Napoli di Coppa Italia
Langkah Mundur dalam Perburuan Scudetto
Bagi Como, satu poin di San Siro adalah prestasi luar biasa yang memantapkan posisi mereka di peringkat keenam dan berpeluang untuk mempertahankan zona Eropa.
Sebaliknya bagi Milan, kegagalan mengamankan poin penuh di kandang melawan tim promosi bisa menjadi titik balik yang menyakitkan dalam perburuan gelar juara.
Milan tampil kurang kreatif di lini tengah tanpa kehadiran Adrien Rabiot yang absen karena akumulasi kartu. Ketergantungan pada aksi individu Leao sangat terlihat, sementara Como membuktikan bahwa mereka memiliki organisasi permainan yang matang untuk bersaing di papan tengah atas.