Allegri Tak Sesalkan Imbang Lawan Como, Ungkap Perselisihan dengan Fabregas
Pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, mencoba meredam kekecewaan publik San Siro setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh tim promosi Como pada Kamis dini hari. Meski hasil ini membuat jarak dengan pemimpin klasemen Inter Milan melebar menjadi tujuh poin, Allegri bersikeras bahwa hasil tersebut harus dilihat sebagai poin berharga dalam upaya mengamankan zona Liga Champions.
Pertandingan ini tidak hanya menyajikan duel taktis di lapangan, tetapi juga drama di pinggir lapangan yang berujung pada pengusiran Allegri oleh wasit.
Poin Penting untuk Empat Besar
Berbicara kepada DAZN Italia usai laga, Allegri menolak untuk panik meski Rossoneri gagal memanfaatkan dominasi mereka.
Milan tertinggal lebih dulu setelah kesalahan distribusi Mike Maignan dihukum oleh gol Nico Paz di babak pertama, sebelum Rafael Leao menyamakan kedudukan lewat tendangan lob fantastis di menit ke-64.
“Pertandingan melawan Como bukanlah pertandingan yang mudah, mereka di babak pertama memanfaatkan kesalahan di tengah jalannya pertandingan yang seimbang,” kata Allegri.
Baca juga: Milan 1-1 Como: Leao Selamatkan Rossoneri dari Kekalahan
“Kesalahan bisa terjadi, tim bereaksi dengan baik dan bisa memanfaatkan lebih banyak peluang yang kami ciptakan. Kami telah meraih satu poin dari Juventus, Napoli, dan Roma, jadi kami hanya perlu fokus untuk kembali ke jalur kemenangan melawan Parma akhir pekan ini.”
“Saat ini kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai tujuan kami, dan ini adalah poin yang sangat berguna untuk meraih tujuan tersebut.”
Statistik menunjukkan Milan tetap tidak terkalahkan dalam 24 putaran Serie A musim ini, sebuah rekor yang menurut Allegri membuktikan stabilitas timnya meskipun tertinggal dari Inter.
Insiden Kartu Merah dan Provokasi Fabregas
Sorotan utama malam itu jatuh pada menit ke-81 ketika keributan pecah di depan area teknis. Allegri diganjar kartu merah langsung, sementara Cesc Fabregas hanya mendapat peringatan keras, meskipun staf pelatihnya ada yang diusir.
Allegri menjelaskan bahwa kemarahannya dipicu oleh tindakan tidak sportif dari Fabregas terhadap pemain sayap Milan, Alexis Saelemaekers.
Fabregas terlihat mengulurkan tangan melintasi garis pinggir lapangan dan menarik baju atau mendorong Saelemaekers saat sang pemain sedang menggiring bola dalam serangan balik.
“Saya rasa ada pelanggaran terhadap Saelemaekers yang sedang melakukan serangan balik, dia ditarik, saya rasa oleh Fabregas. Jika itu diperbolehkan, maka lain kali ada yang melewati saya, saya akan melakukan tekel meluncur,” canda Allegri.
“Saelemaekers bereaksi dengan marah, saya menghampirinya untuk mencoba membela pemain saya, lalu seseorang menghampiri saya, tetapi tidak terjadi apa-apa.”
Baca juga: Jangan Cuma 4 Besar, Capello Sebut AC Milan Harus Targetkan Juara Liga
Rekonsiliasi atau Perseteruan Baru?
Fabregas sendiri, dalam konferensi pers terpisah, mengakui bahwa ia melakukan sentuhan kecil dan meminta maaf, meskipun ia juga mengkritik reaksi Allegri yang dianggapnya terlalu emosional. Kabar dari lorong stadion menyebutkan bahwa kedua pelatih sempat terlibat adu mulut lanjutan saat berpapasan di ruang pers, jauh dari jangkauan kamera TV.
Hasil ini menempatkan Milan dalam posisi sulit untuk mengejar Scudetto, namun Allegri tetap pada pendiriannya, stabilitas di empat besar adalah prioritas utama saat ini. Dengan kembalinya pemain kunci seperti Christian Pulisic dari bangku cadangan, Milan berharap bisa menutup lubang yang ditinggalkan akibat hasil imbang yang kontroversial ini.