Lazio berhasil menang meyakinkan dengan skor 2-0 atas juara bertahan Napoli di Stadio Diego Armando Maradona pada Sabtu malam. Hasil ini tidak hanya memberikan kemenangan manis bagi Maurizio Sarri atas mantan klubnya, tetapi juga secara efektif menyerahkan momentum Scudetto kepada Inter Milan, meninggalkan skuat Antonio Conte terpaku di posisi kedua.

Untuk pertama kalinya di Serie A sejak Desember 2024, Partenopei takluk di kandang sendiri, yang ironisnya melalui lawan yang sama. Pertandingan ini menjadi panggung bagi kelas master sepak bola serangan balik klinis dari Lazio, sebuah hasil yang membuat Napoli kini tertinggal 12 poin dari pemuncak klasemen, Inter, dengan hanya lima pertandingan tersisa.

Awal yang Menjadi Mimpi Buruk

Malam Napoli mulai berantakan saat laga baru berjalan enam menit. Meski mendominasi penguasaan bola sejak awal, tuan rumah dikejutkan oleh transisi kilat Lazio. 

Kenneth Taylor, yang tampil gemilang di peran sentral, menemukan ruang di sisi sayap dan melepaskan umpan matang kepada Matteo Cancellieri, yang menyelesaikannya tanpa kesalahan dari jarak dekat.

Baca juga: McTominay Jadi Penyelamat, Napoli Ditahan Imbang 1-1 oleh Parma

Skuad asuhan Conte merespons dengan intensitas tinggi, namun mereka berhadapan dengan lini belakang Lazio dalam performa terbaiknya. Walaupun Napoli memberikan tekanan tanpa henti, mereka kesulitan mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang laga, sebuah bukti nyata dari organisasi pertahanan ala Sarri.

Drama Penalti

Titik balik pertandingan hampir terjadi di menit ke-31. Setelah Stanislav Lobotka dinilai menjatuhkan Tijjani Noslin di kotak terlarang, wasit menunjuk titik putih. Mattia Zaccagni maju sebagai eksekutor dengan peluang untuk menggandakan keunggulan, namun Vanja Milinković-Savić melakukan penyelamatan spektakuler untuk menjaga napas Napoli.

Untuk sesaat, momentum tampak akan berbalik. Alisson Santos mulai merepotkan sisi sayap dan publik Naples semakin riuh, mengharapkan keajaiban dari tim yang belum terkalahkan di kandang.

Pukulan Telak

Harapan untuk bangkit akhirnya sirna sesaat sebelum laga berjalan satu jam. Sekali lagi, efisiensi Lazio menjadi pembeda. Nuno Tavares, yang terus menjadi ancaman di sisi kiri, mengirimkan umpan silang rendah. 

Cancellieri gagal menyambut bola dengan sempurna pada percobaan pertama, namun bola liar jatuh ke kaki Toma Bašić, yang dengan tenang menceploskannya melewati Milinković-Savić untuk mengubah skor menjadi 2-0.

Napoli mengerahkan segala daya di 20 menit terakhir. Tendangan Alisson Santos membentur tiang gawang, dan pertandingan berakhir 0-2 untuk kemenangan tim tamu.

Baca juga: Jalani Musim Buruk, Sarri Pertanyakan Masa Depannya di Lazio

Harapan Scudetto Sirna

Peluit akhir dibunyikan dengan iringan siulan kekecewaan dan tepuk tangan lesu dari pendukung tuan rumah. Bagi Lazio, kemenangan ini menjaga peluang tipis mereka untuk kompetisi Eropa tetap hidup saat mereka naik ke posisi ke-9. Bagi Napoli, kenyataannya jauh lebih pahit.

Dengan raihan 66 poin berbanding 78 poin milik Inter, mimpi meraih gelar juara beruntun secara efektif telah berakhir. Kini, Conte harus mulai waspada; persaingan untuk zona Liga Champions semakin memanas dengan AC Milan dan Juventus yang hanya terpaut tiga dan enam poin di belakang mereka.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!