Bournemouth Bungkam Newcastle 2-1 St. James’ Park Demi Jaga Asa ke Eropa
Sepakan Adrien Truffert pada menit ke-85 membungkam publik St. James’ Park yang frustrasi saat Bournemouth memetik kemenangan krusial 2-1 atas Newcastle United. Hasil ini memperpanjang rekor tak terkalahkan The Cherries menjadi 13 pertandingan sekaligus menyamai perolehan poin Chelsea di peringkat keenam.
Di tengah atmosfer yang dipicu pengumuman tengah pekan bahwa manajer Andoni Iraola akan hengkang pada akhir musim, Bournemouth sama sekali tidak menunjukkan penurunan motivasi. Sebaliknya, mereka tampil klinis dan disiplin secara taktis, ciri khas era Iraola, yang membuat skuat asuhan Eddie Howe kesulitan mencari jawaban.
Tavernier Membuka Keunggulan
Tim tamu memulai laga dengan intensitas lebih tinggi, menekan barisan pertahanan Newcastle yang tampak tidak terorganisir sejak peluit pertama.
Baca juga: Andoni Iraola Resmi Tinggalkan Bournemouth Akhir Musim Ini
Kebuntuan pecah pada menit ke-32 melalui wajah yang sudah tidak asing lagi. Marcus Tavernier, jebolan akademi Newcastle, menghantui mantan klubnya dengan menyambar umpan silang rendah dari Rayan setelah sang pemain sayap berhasil melewati Lewis Hall dengan mudah.
Bournemouth sejatinya punya peluang untuk menggandakan keunggulan sebelum jeda. Evanilson membuang kesempatan emas dari jarak dekat, dan hanya penyelamatan refleks dari Đorđe Petrović, yang menggagalkan potensi gol bunuh diri Alex Scott, yang menjaga keunggulan tipis tim tamu hingga turun minum.
Efek Bruno dan Drama VAR
Eddie Howe mencoba mengubah keadaan di babak kedua dengan memasukkan Kieran Trippier, namun momentum baru benar-benar bergeser pada menit ke-62 saat Bruno Guimarães masuk ke lapangan.
Kehadirannya langsung membakar semangat pendukung Tyneside dan rekan-rekan setimnya. Enam menit berselang, The Magpies berhasil menyamakan kedudukan, meski diwarnai kontroversi.
Guimarães terlibat duel fisik dengan Evanilson, dan bola liar jatuh ke arah William Osula yang dengan tenang menceploskannya ke gawang.
Meski hakim garis sempat mengangkat bendera pertanda offside, tinjauan VAR yang cukup lama memutuskan bahwa sentuhan terakhir berasal dari striker Bournemouth, Evanilson. Gol tersebut disahkan, menjadi gol ketiga Osula dalam empat laga terakhir.
Gol Penentu Truffert
Saat Newcastle sedang asyik menyerang untuk mencari gol kemenangan, mereka justru terjebak oleh transisi klinis Bournemouth lima menit menjelang laga usai. Adrien Truffert mengawali pergerakan dari lini tengah, mengirim bola kepada Tavernier di sisi kiri.
Baca juga: Howe Pasang Badan Usai Newcastle Tumbang: "Tanggung Jawab Ada di Saya"
Umpan silang dalam dari Tavernier disambut dengan sundulan terukur Evanilson ke mulut gawang, yang langsung disambar Truffert ke langit-langit gawang.
Newcastle mengerahkan segalanya dalam sembilan menit tambahan waktu. Petrović kembali melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis peluang Guimarães, dan sundulan Dan Burn dari sepak pojok terakhir masih melambung tipis. Bournemouth bertahan dengan gigih untuk mengamankan kemenangan perdana mereka di St. James' Park.
Jaga Asa Tampil di Eropa
Hasil ini membuat Newcastle tertahan di posisi ke-14, menelan kekalahan kedelapan dari 11 pertandingan sejak awal tahun. Bagi Bournemouth, impian untuk berkompetisi di kompetisi Eropa bukan lagi sekadar nyanyian fans di tribun, itu kini menjadi kenyataan yang sangat mungkin diraih.
"Saya rasa kami bermain sangat baik. Kami menikmati permainan ini. Saat skor 1-1, jalannya pertandingan berubah, seperti yang diharapkan, tetapi kami menunjukkan ketenangan untuk terus bermain dan skor 2-1 adalah gol yang indah dan kami pantas mendapatkannya," kata Iraola.