Antonio Conte Konfirmasi Tinggalkan Kursi Pelatih Napoli
Antonio Conte resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala Napoli hanya beberapa menit setelah mengantarkan timnya meraih kemenangan tipis 1-0 atas Udinese di laga pamungkas Serie A, Minggu malam. Pengumuman mendadak ini mengubah atmosfer perayaan di Stadio Diego Armando Maradona yang baru saja merayakan keberhasilan tim mengunci posisi runner-up klasemen akhir.
Gol tunggal kemenangan Napoli dicetak oleh Rasmus Højlund pada menit ke-24 setelah memanfaatkan umpan matang dari Kevin De Bruyne. Hasil ini memastikan Napoli menyudahi musim 2025–26 di peringkat kedua dengan koleksi 76 poin, tertinggal 11 angka dari sang peraih Scudetto, Inter Milan.
Conte Umumkan Tinggalkan Napoli
Meski berhasil membawa Napoli kembali ke papan atas dan mengamankan tiket Liga Champions, Conte mengungkapkan bahwa keputusan untuk menyudahi kontraknya, yang seharusnya berjalan hingga 2027, telah ia pikirkan matang-matang sejak satu bulan lalu.
Baca juga: Fabian Ruiz Akui Rindu Napoli di Tengah Persiapan Final UCL Kontra Arsenal
Di hadapan para jurnalis dan duduk tepat di sebelah Presiden Klub, Aurelio De Laurentiis, Conte membuka tabir mengenai situasi internal tim yang dinilainya sudah tidak sehat lagi.
“Sebulan yang lalu, saya menelepon presiden dan tidak meminta apa pun, dan dia tidak mengatakan apa pun kepada saya,” jelas Conte.
“Saya mengatakan kepadanya bahwa saya merasa proyek kami akan segera berakhir, dan tidak ada perubahan rencana. Saya membuat keputusan ini karena saya gagal dalam satu hal di Napoli: saya tidak membawa kekompakan ke lingkungan, sehingga sulit untuk bersaing dengan yang lain.”
“Saya telah melihat begitu banyak kontroversi, tetapi Napoli membutuhkan orang-orang yang serius. Orang-orang ini perlu disingkirkan karena mereka berbahaya. Saya gagal karena saya tidak menciptakan lingkungan yang kompak, jadi saya hanya bisa mengangkat tangan saya. Saya mengakui kesalahan saya, tetapi saya menyadari bahwa hal-hal tidak dapat diubah. Itu suatu kehormatan. Saya berterima kasih kepada presiden dan para penggemar yang memahami saya.”
Conte juga menegaskan reputasinya sebagai pelatih pemenang yang menolak kenyamanan semu. "Saya bukan tipe orang yang menyukai musim yang biasa-biasa saja, dan saya tidak akan pernah melakukannya."
Ketegangan Terbuka dengan De Laurentiis
Suasana di ruang konferensi pers semakin memanas ketika Aurelio De Laurentiis memberikan pernyataan yang seolah mengecilkan kinerja sang pelatih. Sang presiden mengklaim bahwa Napoli seharusnya bisa mempertahankan gelar juara andai skuad mereka tidak dihantam badai cedera panjang yang menimpa pilar penting seperti Scott McTominay, Romelu Lukaku, hingga kapten Giovanni Di Lorenzo.
"Tanpa badai cedera itu, kita pasti akan keluar sebagai juara lagi," cetus De Laurentiis.
Mendengar klaim tersebut, Conte langsung merespons dengan tajam di depan awak media demi membela rasa hormat terhadap pencapaian Inter Milan.
Baca juga: Resmi Jadi Pemain Permanen Napoli, Hojlund Ucapkan Selamat Tinggal untuk MU
"Itu mungkin tidak akan terjadi," sanggah Conte. "Prestasi Inter perlu diakui.
"Maaf, tapi saya tidak suka berpegang teguh pada hal-hal ini. Kita harus mengakui kemenangan orang lain dan menunjukkan rasa hormat. Jika kita menginginkan rasa hormat, kita harus memberikannya. Inter pantas memenangkan liga, dengan atau tanpa cedera."
Warisan Singkat Conte
Meskipun hubungan kerjanya dengan manajemen Naples berakhir dengan ketegangan terbuka, warisan Antonio Conte selama dua musim di Stadio Diego Armando Maradona tetap akan tercatat dengan tinta emas.
Ia sukses mempersembahkan gelar Scudetto dan Supercoppa Italiana pada musim pertamanya, serta mengembalikan mentalitas pemenang I Partenopei yang sempat hancur pasca-era Luciano Spalletti.
Selama 91 pertandingan memimpin Napoli, Conte berhasil menorehkan 52 kemenangan, 22 hasil imbang, dan 17 kekalahan. Pihak klub sendiri telah merilis pernyataan singkat berbunyi, "Terima kasih untuk segalanya, Coach," melalui media sosial mereka pada Senin pagi untuk meresmikan perpisahan ini.
Teka-teki kini merebak mengenai pelabuhan berikutnya bagi pelatih berusia 56 tahun tersebut. Mengingat kursi pelatih Timnas Italia saat ini tengah lowong pasca-mundurnya Gennaro Gattuso akibat kegagalan menembus Piala Dunia 2026, nama Conte langsung mencuat sebagai kandidat terkuat untuk melakukan reuni bersama Gli Azzurri.
Thanks for everything, coach! 💙 pic.twitter.com/Ojka3u96ov