AC Milan resmi mengumumkan penunjukan Rúben Amorim sebagai pelatih kepala baru mereka dengan ikatan kontrak dua tahun. Juru taktik asal Portugal berusia 41 tahun tersebut diplot untuk memimpin perombakan total di San Siro, menggantikan Massimiliano Allegri setelah musim domestik yang bergejolak membuat Rossoneri gagal mengamankan tiket Liga Champions.

Langkah krusial ini menandai kembalinya Amorim ke kursi kepelatihan hanya lima bulan setelah dirinya berpisah dari Manchester United. Kehadiran mantan arsitek Sporting CP ini sekaligus mengakhiri spekulasi panjang mengenai siapa yang akan menakhodai proyek jangka panjang berbasis pemain muda milik manajemen RedBird Capital Partners.

Ambisi Besar yang Sulit Ditolak

Penunjukan Amorim merupakan hasil dari pendekatan gerak cepat yang dilakukan oleh pemilik Milan. Meskipun awalnya berencana mengambil cuti panjang setahun penuh untuk memulihkan energi pasca-tugas berat selama 14 bulan di Old Trafford, Amorim mengakui bahwa daya tarik proyek di Casa Milan terlalu besar untuk dilewatkan.

"Ada ambisi yang tetap melekat sepanjang karier, dan melatih AC Milan selalu menjadi salah satu ambisi saya," kata Amorim. 

Baca juga: Milan Resmi Pecat Allegri usai Gagal Tembus Liga Champions

"Saya tahu persis apa arti Klub ini: sejarah, prestise, dan basis penggemar yang luar biasa di seluruh dunia. Ini adalah tantangan yang saya hadapi dengan bangga dan antusias, sepenuhnya menyadari apa yang diwakili oleh warna-warna ini. Saya tidak sabar untuk memulai dan merasakan setiap hari gairah yang mendorong AC Milan."

Gerry Cardinale, selaku pimpinan RedBird, menegaskan bahwa Amorim adalah sosok modern yang paling tepat untuk memimpin revolusi intensitas tinggi di Milan. Pihak manajemen melihat kecocokan visi yang sempurna antara gaya bermain Amorim dengan talenta muda yang dimiliki klub saat ini.

Taktik Baru untuk Revolusi Rossoneri

Kedatangan Amorim menjadi domino pertama yang jatuh dalam pembersihan besar-besaran di sektor olahraga Milan. Menyusul akhir musim 2025/26 yang mengecewakan, RedBird mengambil langkah tegas dengan mendepak Allegri serta beberapa petinggi klub, termasuk CEO Giorgio Furlani dan direktur teknik Geoffrey Moncada.

Baca juga: Maguire Akui Ide Cemerlang Amorim, Tapi Tidak Cocok untuk Manchester United

Amorim mendarat di Milan dengan reputasi mentereng dalam membangun kultur juara di bawah tekanan tinggi. Mahakaryanya tercipta saat menakhodai Sporting CP, di mana ia menyudahi kekeringan gelar liga selama 19 tahun dengan mempersembahkan dua trofi Primeira Liga melalui formasi andalannya, 3-4-2-1 yang cair dan dominan dalam penguasaan bola. Skema modern ini diprediksi akan membawa perubahan kontras dari gaya pragmatis pendahulunya.

Tugas Berat Menanti di San Siro

Prioritas utama Amorim dalam beberapa pekan ke depan adalah membangkitkan mentalitas ruang ganti yang dihuni banyak pemain berbakat namun kehilangan identitas kolektif. Para pendukung Milan kini sangat antusias melihat bagaimana Amorim akan meracik strategi untuk memaksimalkan potensi pilar utama seperti Rafael Leão, Christian Pulisic, hingga rekrutan anyar Christopher Nkunku.

Dengan sesi latihan pramusim yang akan dimulai dalam hitungan minggu, perhatian dunia sepak bola akan tertuju ke San Siro. Publik ingin melihat apakah sang arsitek baru mampu mengembalikan juara Eropa tujuh kali ini ke jajaran elite sepak bola dunia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!