Dalam lanjutan Premier League pekan ke-28 pada Minggu (1/3), Tottenham Hotspur harus menelan pil pahit setelah menyerah 1-2 di tangan tuan rumah Fulham. Kekalahan merupakan alarm bahaya bagi Spurs yang kini semakin terseret ke dalam jurang degradasi.

Bagi Fulham, kemenangan ini melengkapi kemenangan ganda di liga atas Spurs musim ini, sebuah prestasi yang jarang terjadi sejak dua dekade silam. Skuad asuhan Marco Silva tampil lebih koheren dan klinis, sementara Spurs di bawah manajer interim Igor Tudor tampak kehilangan arah.

Harry Wilson dan Alex Iwobi Berpesta

Laga baru berjalan tujuh menit ketika Harry Wilson membuat publik Craven Cottage bergemuruh. 

Memanfaatkan umpan silang Oscar Bobb yang sempat terdefleksi, pemain asal Wales tersebut melepaskan tendangan voli jarak dekat yang tak mampu dibendung Guglielmo Vicario. 

Baca juga: Tudor Tuntut Spurs Buang Kebiasaan Buruk Usai Dipermalukan Arsenal

Gol ini sempat diprotes para pemain Spurs yang mengklaim Raul Jimenez mendorong Radu Dragusin, namun VAR tetap mengesahkan gol tersebut.

Dominasi The Cottagers kian nyata di menit ke-34. Mantan pemain Arsenal, Alex Iwobi, mencetak gol sensasional melalui tembakan melengkung dari jarak 25 yard yang bersarang tepat di pojok bawah gawang. 

Keunggulan 2-0 di babak pertama mencerminkan betapa rapuhnya organisasi pertahanan Spurs yang tampil tanpa sejumlah pilar utama.

Respons Terlambat dan Rekor Buruk Spurs

Igor Tudor mencoba melakukan perubahan di babak kedua dengan memasukkan tiga pemain sekaligus, termasuk Richarlison. 

Perjudian ini sempat membuahkan hasil pada menit ke-66 ketika Richarlison menyundul bola masuk memanfaatkan umpan manis dari Archie Gray.

Namun, harapan untuk comeback pupus begitu saja. Meski Spurs terus menekan di sisa laga, ketangguhan Bernd Leno dan disiplinnya lini belakang Fulham yang dipimpin Calvin Bassey memastikan tiga poin tetap di London Barat.

Baca juga: Tudor Sebut Selamatkan Spurs dari Degradasi Jadi Tantangan Terberat

Menatap Jurang Degradasi

Kekalahan ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Spurs menjadi sepuluh pertandingan liga secara beruntun, rekor terburuk klub sejak 1994. Saat ini, Spurs tertahan di peringkat ke-16, hanya terpaut empat poin dari zona merah. 

Sementara Fulham yang berharap untuk menembus ke zona Eropa, kini berada di posisi ke-9 dengan 40 poin.

"Kita tidak perlu memikirkan hal itu (degradasi), bukan karena itu tidak mungkin terjadi, tetapi kita harus fokus pada pengembangan mentalitas sebagai tim, konsentrasi, dan fisik. Ini adalah satu-satunya tujuan yang harus kita miliki," kata Tudor.

"Kita perlu menemukan kekuatan di dalam diri kita masing-masing. Lebih banyak kepribadian, lebih banyak keinginan untuk berkembang. Banyak hal. Saya ingin melihat semuanya lebih banyak lagi."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!