Pep Guardiola Manchester City Buang Peluang Saat Ditahan Imbang Sunderland
Manajer Manchester City, Pep Guardiola, tampak masygul setelah timnya gagal mengonversi dominasi menjadi gol dalam hasil imbang 0-0 melawan Sunderland pada malam Tahun Baru. Meski tampil sangat dominan di babak kedua, The Citizens gagal meruntuhkan keangkeran Stadium of Light, membuat mereka kini tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
City datang dengan ambisi besar untuk mematahkan rekor tak terkalahkan kandang Sunderland musim ini. Namun, meskipun mencatatkan angka Expected Goals (xG) mencapai 2.25, tertinggi bagi City dalam laga tanpa gol sejak 2022, bola seolah enggan bersarang di gawang lawan.
Gagal di Kotak Enam Yard
Usai laga, Guardiola tidak bisa menyembunyikan keheranannya atas kegagalan timnya mencetak gol dari jarak dekat.
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, intensitas serangan City sebenarnya sudah sangat baik, terutama setelah masuknya Rodri di babak kedua yang berhasil memecah garis pertahanan lawan.
"Kami tidak bisa mencetak gol di kotak enam yard," kata Guardiola. "Banyak peluang yang kami lewatkan di kotak enam yard, bukan peluang yang sulit. Kami tidak bisa memanfaatkannya.”
Baca juga: Stadium of Light Masih Tak Terkalahkan Usai Sunderland Imbangi Man City 0-0
"Kami tidak melakukan apa yang kami bicarakan di babak pertama. Babak kedua lebih baik. Para pemain melakukan segalanya. Mereka sedikit terpuruk, tetapi kami harus tetap bersemangat karena, dalam tiga hari, kami memiliki pertandingan sulit melawan Chelsea.”
"Kami menciptakan cukup banyak peluang. Kami memiliki banyak, tetapi sayangnya kami tidak bisa memanfaatkannya. Kami menerima satu poin. Hasilnya selalu seperti itu."
Kembalinya Rodri
Meski gagal menang, ada satu titik terang bagi Manchester City: kembalinya sang pemenang Ballon d'Or 2024, Rodri. Gelandang asal Spanyol tersebut masuk sebagai pemain pengganti di awal babak kedua, menandai penampilan pertamanya sejak November.
Kehadiran Rodri langsung mengubah dinamika permainan. City yang sempat kesulitan menghadapi pressing tinggi Sunderland di babak pertama, menjadi jauh lebih cair dan berbahaya di paruh kedua. Guardiola pun mengakui dampak instan sang pemain.
“Dia mengubah jalannya pertandingan. Dia membuktikan dalam 45 menit bahwa dia adalah yang terbaik di posisinya,” ujar Guardiola.
“Sepak bola adalah tentang pemain, dalam membangun serangan kami kesulitan dan dengan Rodri kami lebih lancar.”
“Dia menerobos pertahanan lawan, pergerakan kami lebih baik dan semoga setelah satu setengah tahun tanpanya kami sangat merindukannya dan semoga dia bisa tetap di sini karena dia membuat kami menjadi tim yang lebih baik.”
Baca juga: Rodri Siap Merumput di Stadium of Light saat Man City Terus Tempel Ketat Arsenal
Fokus Beralih ke Stamford Bridge
Hasil imbang ini memutus rekor delapan kemenangan beruntun City di semua kompetisi. Namun, Guardiola meminta para pemainnya untuk segera menegakkan kepala karena jadwal padat Januari sudah menanti, termasuk laga besar melawan Chelsea dalam waktu tiga hari ke depan.
"Para pemain sedikit tertunduk, tapi kami harus bangkit. Sunderland adalah tim yang sangat kuat secara fisik dan bermain di sini selalu sulit. Sekarang kami harus fokus penuh untuk laga melawan Chelsea," pungkasnya.