Rivalitas panas antara Arsenal dan Tottenham Hotspur sejenak terpinggirkan oleh rasa hormat yang mendalam. Manajer Arsenal, Mikel Arteta, memberikan pesan simpati yang menyentuh hati bagi Thomas Frank setelah pelatih asal Denmark tersebut secara mengejutkan dibebastugaskan oleh Tottenham Hotspur pada Rabu (11/2).

Hanya berselang delapan bulan setelah menangani Spurs, Frank dipaksa angkat kaki dari kursi panas di London Stadium menyusul rentetan hasil buruk yang membuat rival abadi Arsenal tersebut tertahan di papan bawah.

"Seorang Pelatih Luar Biasa"

Dalam konferensi pers menjelang laga tandang Arsenal melawan Brentford, Arteta tidak ragu untuk memuji kualitas rekan sejawatnya tersebut. 

Meskipun Frank baru saja menangani rival bebuyutan The Gunners, Arteta menegaskan bahwa kualitas manusia dan profesionalisme Frank melampaui warna seragam klub.

"Thomas adalah pelatih yang luar biasa. Dia juga seorang pria yang luar biasa dan dia telah membuktikannya di Premier League," kata Arteta.

Baca juga: Tottenham Hotspur Resmi Pecat Thomas Frank

"Kita tahu tanggung jawab kita lebih dari sekadar performa. Terkadang hasil menentukan apa yang terjadi pada kita. Saya mendoakan yang terbaik untuk apa pun yang ingin dia lakukan selanjutnya."

Solidaritas Antar Manajer

Arteta, yang pernah berada di bawah tekanan besar di awal kariernya di Emirates, memahami betul betapa tipisnya garis antara kesuksesan dan pemecatan di papan atas sepak bola Inggris. 

Baginya, pemecatan Frank adalah pengingat akan tuntutan hasil instan yang kini mendominasi Premier League.

Arteta menambahkan bahwa ia telah menjalin hubungan yang baik dengan Frank, terutama saat pelatih asal Denmark itu masih membawa Brentford menjadi salah satu tim paling disegani di liga.

Ketika ditanya apakah klub-klub Premier League terlalu tidak sabar, Arteta berkata, "Dalam konteks setiap klub, itu sangat berbeda, tetapi selalu ada kemungkinan,” jelasnya.

"Saya hanya bisa berbicara tentang Frank dan apa yang saya ketahui sebagai pelatih, karena saya telah menghadapinya berkali-kali dan bagaimana dia mempersiapkan timnya dan apa yang dia lakukan di Brentford juga.”

"Tetapi pada akhirnya liga ini sangat kompetitif. Kita semua rentan karena siapa pun bisa mengalahkan Anda pada hari itu dan itu sangat sulit untuk dikelola."

Guncangan di London Utara

Saat Daniel Levy memboyong Frank dari Brentford pada Juni lalu dengan biaya kompensasi sebesar £6,7 juta, banyak yang berharap pelatih asal Denmark ini mampu memberikan identitas taktis yang stabil. Namun, masa jabatannya hanya bertahan delapan bulan.

Setelah awal yang gemilang melawan Paris Saint-Germain di Piala Super Eropa dan dua kemenangan beruntun di awal Premier League melawan Burnley dan Manchester City, serta membawa Spurs lolos ke Babak 16 Besar Liga Champions, performa domestik mereka justru menjadi bencana. Frank meninggalkan London Utara dengan catatan statistik yang kelam. 

Rentetan delapan pertandingan tanpa kemenangan mereka di Premier League saat ini adalah yang terpanjang sejak Juande Ramos dipecat pada tahun 2008 usai rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan.

Baca juga: Spurs Makin Tertekan, Frank: Bukan Cuma Salah Manajer

Secara keseluruhan, ia hanya memenangkan 13 dari 38 pertandingan di semua kompetisi, dengan persentase kemenangan liga yang sangat rendah di angka 26,9%.

Fokus Kembali ke Lapangan

Meski menunjukkan simpati, Arteta menegaskan bahwa fokus utamanya tetap pada perburuan gelar juara. 

Arsenal akan bertandang ke markas Brentford malam ini dengan misi memperlebar jarak dari Manchester City. Ironisnya, Brentford adalah klub yang membesarkan nama Thomas Frank sebelum ia pindah ke Tottenham.

"Pada akhirnya Anda belajar pelajaran bukan hanya dari pergantian manajer tetapi juga dari apa yang Anda harapkan dari seorang manajer untuk dilakukan terhadap Anda, karena mereka banyak mengubahnya musim ini,” tambah Arteta.

"Jadi, fokuslah lebih pada diri kita sendiri dan pastikan apa yang ingin kita capai... Susunan pemain adalah satu hal, profil pemain adalah hal lain, dan momentum permainan serta konteksnya adalah hal lain lagi."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!