Marco Silva Tinggalkan Fulham di Tengah Rumor ke Benfica
Klub Premier League, Fulham, secara resmi mengumumkan bahwa Marco Silva akan menyudahi masa baktinya selama lima tahun sebagai manajer di Craven Cottage pada musim panas ini.
Kepergian juru taktik asal Portugal berusia 48 tahun tersebut langsung memicu efek domino yang melibatkan sejumlah klub raksasa. Silva dilaporkan siap pulang kampung untuk menakhodai Benfica, setelah kubu Lisbon tersebut akan kehilangan José Mourinho yang kini berada di ambang pintu masuk Real Madrid untuk periode keduanya.
Akhir Era Stabil di Craven Cottage
Pengumuman ini menandai berakhirnya salah satu periode paling stabil dan sukses dalam sejarah modern Fulham. Datang pada Juli 2021 menggantikan Scott Parker yang terdegradasi, Silva langsung mengubah identitas klub London Barat tersebut dari tim yang hobi "naik-turun kasta" menjadi kekuatan mapan di papan tengah Premier League.
Baca juga: Alvaro Arbeloa Konfirmasi Tinggalkan Real Madrid Akhir Musim Ini
Selama lima tahun kepemimpinannya, Silva mempersembahkan gelar juara Championship pada musim pertamanya dengan catatan fantastis 110 gol. Ia kemudian membawa Fulham finis di peringkat ke-10, meraih rekor 54 poin di musim berikutnya, hingga menembus babak semifinal Piala Liga untuk pertama kalinya pada 2024. Setelah kembali membawa The Cottagers finis di peringkat ke-11 musim ini, Silva merasa ini adalah waktu yang tepat untuk mencari tantangan baru.
“Kepada para penggemar kami – sejak hari pertama, saya meminta Anda untuk selalu bersama kami. Dan itulah yang Anda lakukan selama lima tahun terakhir. Kita telah mencapai banyak hal bersama,” kata Silva.
“Saya dan staf saya selalu merasakan dukungan Anda. Itu tidak akan pernah terlupakan. Fulham akan selalu ada di hati saya, dan cepat atau lambat saya akan kembali ke Craven Cottage.”
Pulang Kampung demi Target Juara
Langkah Silva menerima pinangan Presiden Benfica, Rui Costa, didasari oleh ambisi besar untuk meraih trofi domestik dan bersaing di kompetisi Eropa. Meski Fulham kabarnya menawarkan kontrak baru dengan nilai yang lebih menggiurkan, kesempatan untuk memimpin As Águias (Si Elang) yang finis di peringkat ketiga Primeira Liga musim ini dinilai terlalu besar untuk dilewatkan.
Benfica sendiri bergerak cepat mengamankan tanda tangan Silva setelah mengetahui sang manajer saat ini, José Mourinho, segera mengemas kopornya. Manajemen klub menilai gaya main ofensif yang diusung Silva serta kemampuannya mengembangkan pemain muda sangat cocok untuk memimpin proyek restorasi Benfica musim depan.
Baca juga: Jose Mourinho Sepakati Kontrak Dua Tahun di Real Madrid
Kursi Panas Santiago Bernabeu Menanti Mourinho
Di sisi lain, kepergian José Mourinho dari Estadio da Luz terjadi lantaran sang 'Special One' disebut-sebut telah mencapai kesepakatan personal dengan Presiden Real Madrid, Florentino Perez. Real Madrid membidik Mourinho sebagai suksesor Alvaro Arbeloa guna memimpin era baru Los Blancos musim depan.
Meskipun peresmian Mourinho ke Madrid masih tertahan oleh proses administratif dan dinamika pemilihan presiden internal klub, Benfica enggan berjudi dengan membiarkan kursi pelatih mereka kosong terlalu lama.
Sementara Benfica dan Real Madrid bersiap menyambut nahkoda baru, pemilik Fulham, Shahid Khan, menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi momen ini dan akan segera mencari suksesor Silva. Nama manajer Ipswich Town, Kieran McKenna, serta mantan bos Brentford, Thomas Frank, kini mencuat sebagai kandidat terdepan untuk mengisi kekosongan di Stamford Greg tersebut.