Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Federico Chiesa menegaskan tekadnya untuk membangkitkan kembali kariernya di Liverpool di bawah arahan manajer baru Andoni Iraola. Ia menyebut kedatangan juru taktik asal Spanyol tersebut sebagai "babak baru" menyusul masa-masa penuh kekecewaan di bawah asuhan pelatih sebelumnya, Arne Slot.
Berbicara usai mencetak gol dalam kemenangan pramusim Liverpool 4-2 atas Sunderland di Nashville, penyerang timnas Italia berusia 28 tahun itu memberikan penilaian jujur mengenai perjalanannya di Anfield, sekaligus mengakui bahwa skuatnya merasa cukup beruntung bisa mengamankan tiket Liga Champions pada musim lalu.
Chiesa tiba di Merseyside dari Juventus pada tahun 2024 dengan ekspektasi tinggi, namun justru lebih banyak menghabiskan waktu di pinggir lapangan di bawah kepemimpinan Slot.
Meskipun mencatatkan 36 penampilan di semua kompetisi, Chiesa hanya tampil sebagai starter sebanyak lima kali di semua kompetisi karena kesulitan menembus susunan pemain utama pilihan Slot.
Baca juga: Iraola Buka Suara Masalah Masa Depan Mac Allister dan Alisson
Dengan penunjukan Iraola pada bulan Juni menyusul kepergian Slot, Chiesa memandang pergantian pelatih ini sebagai titik balik yang krusial. Menariknya, sang manajer baru justru menempatkan Chiesa di posisi sentral sebagai penyerang tengah selama pramusim, alih-alih di posisi sayap biasanya.
"Selalu ada awal yang baru di awal tahun. Mungkin sudah terlalu banyak awal yang baru. Tapi saya tidak peduli, saya mencoba melakukan yang terbaik untuk manajer baru ini," kata Chiesa.
"Musim lalu di bawah Arne Slot, saya mencoba melakukan yang terbaik. Tahun lalu saya merasa siap untuk peran yang lebih besar, kemudian itu tergantung pada pelatih apakah dia ingin saya bermain atau tidak.
"Tentu saja saya ingin bermain lebih banyak tetapi begitulah adanya. Pelatih memiliki rencana permainannya, dia mengambil keputusannya, saya tidak punya komentar tentang itu. Ini sepak bola. Tahun ini, katakanlah ini babak baru. Ada manajer baru dan saya harus fokus pada itu."
Chiesa tidak menutup-nutupi performa Liverpool selama musim yang penuh gejolak musim lalu, di mana The Reds finis di peringkat kelima Premier League dan secara dramatis merebut tiket Liga Champions pada hari terakhir.
Penyerang asal Italia tersebut mengakui bahwa timnya merasa beruntung bisa lolos ke kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut mengingat inkonsistensi yang ditunjukkan sepanjang musim.
“Liverpool pantas mendapatkan lebih. Dua tahun lalu, kami adalah juara Premier League. Tahun lalu, kami hampir tersingkir dari zona Liga Champions. Kami berjuang untuk posisi kelima, yang saat itu sudah cukup, tetapi seperti yang kita tahu biasanya hanya empat tim yang lolos. Kami beruntung,” ujar Chiesa.
Baca juga: 'Skuad Sangat Tipis': Iraola Desak Liverpool Belanja Akibat Badai Cedera
“Musim lalu sangat sulit dan musim ini kami perlu berbuat lebih baik, termasuk di Liga Champions. Kami tersingkir oleh PSG. Kami ingin melangkah lebih jauh di kompetisi itu dan kemudian kami ingin berbuat lebih baik lagi di Liga Primer.”
Meskipun sempat diwarnai rumor bursa transfer musim panas yang mengaitkannya dengan kepulangan ke Serie A, Chiesa menepis spekulasi tersebut dan menegaskan komitmennya untuk menghabiskan sisa kontraknya yang berlaku hingga Juni 2028.
“Saat ini, saya bahagia berada di Liverpool,” aku Chiesa. “Saya mencintai klub ini, saya mencintai para penggemarnya, saya mencintai segalanya. Saya melakukan yang terbaik untuk mendapatkan kesempatan di sini. Dan nanti kita lihat saja. Saat ini, satu-satunya yang saya pikirkan adalah Liverpool.”
Dengan Iraola yang tengah menerapkan skema pressing berintensitas tinggi menjelang musim 2026–2027, energi serta peran baru Chiesa sebagai opsi penyerang sentral diyakini bisa menjadi pilar penting dalam perombakan taktik Liverpool.