Manchester City tengah bersiap mengambil langkah hukum terhadap calon presiden Real Madrid, Enrique Riquelme. Langkah tegas ini diambil menyusul klaim provokatif sang pengusaha yang menyatakan bahwa ia akan memboyong striker andalan City, Erling Haaland, jika terpilih dalam pemilihan presiden Real Madrid akhir pekan ini.  

Kontroversi bermula pada Rabu malam saat Riquelme tampil di program televisi Spanyol, El Hormiguero. Dalam tayangan tersebut, ia memamerkan seragam Real Madrid bernomor punggung 9 dengan nama "Haaland" di bagian belakang. Riquelme secara terang-terangan menyebut bahwa pemain asal Norwegia tersebut memiliki klausul pelepasan dalam kontraknya dan memiliki keinginan kuat untuk bergabung dengan raksasa La Liga itu.  

Respon Keras dari Etihad

Manchester City merespons pernyataan tersebut dengan sangat dingin dan tegas melalui juru bicara resmi klub pada Kamis (4/6).

"Kisah-kisah yang muncul dari Spanyol mengenai masa depan Erling Haaland adalah tidak benar," tegas pihak klub. 

Baca juga: Demi Tumbangkan Pérez, Riquelme Siap Datangkan Haaland dan Rodri ke Madrid

"Tidak ada kemungkinan hal ini terjadi, dan tidak ada klausul kontrak yang memungkinkan kepindahan tersebut. Kami sedang mempertimbangkan langkah hukum atas penggunaan citra pemain kami dalam konteks kampanye ini."

Pihak perwakilan Haaland, termasuk agennya, Rafaela Pimenta, dan sang ayah, Alfie Haaland, juga dengan cepat membantah klaim tersebut. Mereka menyebut narasi itu sebagai spekulasi yang menghibur namun sama sekali tidak berdasar pada realitas.  

Janji Politik yang Berbuntut Panjang

Riquelme, seorang pengusaha energi terbarukan yang menjadi penantang utama petahana Florentino Pérez, tidak hanya menargetkan Haaland. Ia juga berjanji untuk mendatangkan gelandang Manchester City, Rodri, ke Santiago Bernabéu. 

Riquelme bahkan berjanji akan menanggung biaya keanggotaan tahunan bagi seluruh anggota klub jika ia gagal mewujudkan janji transfernya tersebut.  

Baca juga: Pérez Janjikan Kembalinya Mourinho ke Real Madrid Jika Menang Pemilu

Langkah kampanye Riquelme ini dianggap telah melewati batas etika profesional dalam sepak bola, terutama dengan menggunakan properti intelektual dan citra pemain yang masih terikat kontrak jangka panjang dengan klub lain. 

Erling Haaland sendiri saat ini masih terikat kontrak di Etihad Stadium hingga 2034, setelah menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi sembilan setengah tahun pada Januari 2025 lalu.  

Situasi ini menambah ketegangan di tengah masa transisi Manchester City yang baru saja berpisah dengan manajer legendaris mereka, Pep Guardiola. Kini, semua mata tertuju pada hasil pemilihan presiden Real Madrid pada hari Minggu nanti untuk melihat apakah klaim sensasional ini akan benar-benar memberikan dampak nyata, atau sekadar menjadi babak kelam dalam kampanye pemilihan presiden klub.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!