Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malagò, secara resmi memaparkan 'rencana enam tahun' untuk merombak total persepakbolaan Italia. Berbicara dalam konferensi pers bersama Lega Serie A pada hari Kamis, Malagò menegaskan bahwa cetak biru ini dirancang langsung bersama Direktur Teknik anyar Paolo Maldini dan penasihat khusus Leonardo, meski ia memilih untuk tetap bungkam terkait siapa yang akan mengisi kursi pelatih tim nasional Azzurri.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah tingginya spekulasi mengenai perburuan pelatih baru usai kegagalan Italia melangkah ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Pihak pers bahkan telah diperingatkan sebelum konferensi pers dimulai untuk tidak menanyakan nama spesifik calon pelatih, melainkan fokus pada karakteristik serta strategi jangka panjang federasi.
Malagò menjelaskan bahwa fokus utama dari proyek ini adalah membangun kembali sepak bola Italia dari akar rumput, berpatokan pada tenggat waktu tuan rumah bersama EURO 2032. Langkah pertamanya adalah memberikan wewenang teknis penuh kepada Paolo Maldini, yang kemudian menyarankan penunjukan Leonardo sebagai penasihat khusus.
Baca juga: Berburu Pelatih Elit, Italia Dekati Ancelotti Sebelum Negosiasi dengan Guardiola
“Pendahulu saya di FIGC bertanggung jawab untuk memilih pelatih baru Italia, tetapi saya lebih memilih untuk membalikkan keadaan dan memilih seseorang yang dapat mengawasi tidak hanya timnas Italia, tetapi juga seluruh sistem akademi,” kata Malagò.
“Sangat penting untuk sepenuhnya berbagi segalanya, sehingga mereka tidak akan melakukan apa pun yang tidak saya setujui, dan sebaliknya. Kami memiliki rencana enam tahun, yang mengarah ke Piala Eropa yang kami selenggarakan bersama, di mana kami harus mencoba untuk mengejar ketertinggalan yang jelas terlihat oleh semua orang.”
Meski konferensi pers dibatasi untuk pembahasan strategi, rumor yang beredar di media Italia tetap berpusat pada negosiasi intensif federasi dengan Pep Guardiola serta pembicaraan awal bersama Carlo Ancelotti. Baik Maldini maupun Leonardo dilaporkan mendesak federasi untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan demi mendapatkan figur yang benar-benar sesuai dengan visi jangka panjang.
Namun, proyek enam tahun ini tidak sepenuhnya diterima tanpa catatan oleh para pemilik klub Serie A. Presiden Torino, Urbano Cairo, menegaskan bahwa situasi krisis sepak bola Italia membutuhkan tindakan yang jauh lebih cepat.
Baca juga: Malagò Tegaskan FIGC Siap Gelontorkan Dana Segar demi Gaji Guardiola
“Saya menegaskan rasa hormat saya kepada Malagò, sementara Maldini dan Leonardo memberikan kesan yang sangat baik, tetapi kita perlu melakukan sesuatu dengan lebih cepat,” tegas Cairo.
“Seperti halnya setiap aktivitas, 100 hari pertama sangat menentukan. Jadi kita perlu mempercepat prosesnya. Hampir lebih baik bagi mereka untuk mewarisi situasi negatif seperti itu, saya pernah mengalaminya dengan membeli bisnis yang berada di ambang kebangkrutan.”
FIGC kini berpacu dengan waktu menjelang tenggat penyerahan berkas stadion EURO 2032 pada akhir Juli, sembari merampungkan struktur teknis timnas sebelum ajang UEFA Nations League dimulai pada September mendatang.