Pérez Janjikan Kembalinya Mourinho ke Real Madrid Jika Menang Pemilu
Panggung politik dan masa depan taktis Real Madrid meledak secara bersamaan. Hanya berselang beberapa hari sebelum dibukanya pemungutan suara pemilihan presiden klub, Florentino Pérez secara resmi mengonfirmasi bahwa José Mourinho akan kembali menduduki kursi kepelatihan di Santiago Bernabéu jika dirinya kembali terpilih memimpin raksasa Spanyol tersebut.
Pengumuman mengejutkan tersebut dilepas Pérez melalui kanal media sosial resminya pada Rabu malam. Menggunakan video kampanye singkat bermoto “So MOUch history to be made”, video tersebut ditutup dengan potongan klip singkat berisi pernyataan tegas dari sang manajer asal Portugal: "Ya!".
Langkah ini langsung menjungkirbalikkan situasi politik di kubu Los Blancos, mengingat ini adalah pemilu kepresidenan pertama yang memunculkan rivalitas nyata dalam 20 tahun terakhir. Menghadapi tantangan agresif dari pengusaha muda bidang energi terbarukan, Enrique Riquelme, Pérez memilih manuver politik tingkat tinggi dengan mempersenjatai kampanyenya lewat sosok manajer paling pragmatis dan bergelimang trofi dalam sejarah sepak bola modern.
Serangan Balik Taktis di Jam Utama
Momen peluncuran pengumuman Pérez ini jelas bukan sebuah kebetulan. Berita tersebut sengaja dilepas tepat saat sang rival yang berusia 37 tahun, Riquelme, tengah mengudara dalam program televisi populer Spanyol, El Hormiguero. '
Baca juga: Fokus Piala Dunia, Rodri Tunda Pembicaraan Kontrak di Man City
Dalam acara tersebut, Riquelme sebenarnya baru saja memaparkan cetak biru ambisius untuk meningkatkan identitas Spanyol di dalam skuad Madrid. Ia berjanji akan menjadikan kapten timnas Spanyol dan gelandang Manchester City, Rodri, sebagai rekrutan pertamanya, disusul tawaran megatransfer untuk Erling Haaland.
Tak hanya itu, Riquelme juga mengumumkan bahwa legenda klub, Raúl, akan menjabat sebagai Direktur Olahraga, didampingi Fernando Hierro yang akan memimpin akademi La Fábrica.
Namun dengan memunculkan nama Mourinho, Pérez berhasil merebut panggung utama dari sekadar janji transfer pemain menjadi jaminan kehadiran seorang pemenang yang kejam di pinggir lapangan. Sebuah kalkulasi matang untuk menarik hati para socios (anggota pemilik klub) yang merasa skuad bertabur bintang saat ini kehilangan disiplin pertahanan dan karakter bermain.
Menjual Nostalgia demi Benahi Disiplin
Keputusan Pérez untuk melirik kembali masa lalu bersama Mourinho dipicu oleh rasa frustrasi mendalam selama dua musim terakhir di ibu kota Spanyol. Real Madrid dipaksa menyaksikan rival abadi mereka, Barcelona, melenggang memenangi gelar La Liga secara berturut-turut. Sementara di panggung Eropa, langkah sang raja Liga Champions terhenti di babak perempat final dalam dua musim beruntun.
Absennya trofi mayor secara berturut-turut inilah yang memaksa Pérez mempercepat agenda pemilu bulan lalu, demi meredam opini negatif yang menyudutkan jajaran direksinya.
Baca juga: Tanpa Pemain Real Madrid, Spanyol Umumkan Skuad Piala Dunia 2026
Meski para pengamat menilai gaya pragmatis Mourinho sudah usang di era sepak bola modern, Pérez melihat pelatih Benfica saat ini sebagai sosok pendisiplin paling ideal untuk memaksa bintang-bintang ego besar seperti Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Jude Bellingham bermain kolektif. Jangan lupa, Mourinho adalah sosok yang membawa Madrid mematahkan dominasi Barcelona era Pep Guardiola dengan rekor 100 poin pada tahun 2012 silam.
Penentuan di Hari Minggu
Trek rekor Mourinho belakangan ini memang tidak seglamor awal kariernya. Selepas meninggalkan Chelsea pada 2015, ia memenangi Liga Malam Jumat (Europa League) bersama Manchester United dan trofi perdana Conference League bersama Roma, sebelum sempat menukangi Tottenham, Fenerbahçe, hingga kini menakhodai Benfica dengan kontrak hingga 2027.
Meski begitu, daya pikat Santiago Bernabéu dan kesempatan bereuni dengan Pérez terbukti terlalu sulit untuk ditolak.
“Sejak tahun 2000, saya telah bekerja untuk memastikan bahwa pemilik Real Madrid adalah para anggotanya, tidak seperti yang terjadi di klub lain. Di Real Madrid, tidak ada pemilik tunggal; klub ini milik 100.000 anggota yang membentuk dan menjadi bagian dari Real Madrid,” kata Perez.
Dengan pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung hari Minggu ini dari pukul 09.00 hingga 20.00 waktu setempat di Paviliun Bola Basket Real Madrid City, para pemilik suara dihadapkan pada persimpangan ideologi yang menarik. Memilih revolusi masa depan berbasis pemain lokal bersama Riquelme, atau memilih reuni akbar penuh jaminan kedisiplinan bersama "The Special One". Apa pun hasilnya, Senin pagi akan menandai babak baru bagi klub paling disorot di dunia.