Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menegaskan ambisi besarnya untuk membenahi tim nasional Azzurri. Direktur Teknik FIGC yang baru ditunjuk, Paolo Maldini, mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa pihak federasi telah mendekati pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, sebelum akhirnya menggelar pembicaraan dengan mantan manajer Manchester City, Pep Guardiola.  

Langkah berani ini diambil setelah Italia kembali mengalami keterpurukan akibat gagal lolos ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kursi pelatih kepala Azzurri saat ini sedang kosong setelah Gennaro Gattuso memutuskan mundur dari jabatannya pada bulan April lalu.  

Membidik yang Terbaik di Dunia

Dalam konferensi pers usai pertemuan dengan para eksekutif Serie A di Milan, Maldini menjelaskan alasan di balik keputusan FIGC untuk langsung menyasar nama-nama papan atas dunia.  

Baca juga: Malagò Tegaskan FIGC Siap Gelontorkan Dana Segar demi Gaji Guardiola

“Kami tidak dapat menyangkal bahwa kami juga berbicara dengan Carlo Ancelotti sebelum berbicara dengan Pep, dan rasanya tepat untuk memulai dengan mereka yang kami anggap sebagai yang terbaik di dunia. Jadi kami perlu mendapatkan gambaran umum tentang ketersediaan mereka,” kata Maldini.

Namun, peluang untuk mendatangkan Ancelotti membentur tembok kokoh. Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) mengonfirmasi bahwa juru taktik berusia 67 tahun tersebut akan tetap bertahan menangani tim nasional Brasil hingga Piala Dunia 2030, meskipun Seleção baru saja tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.  

Rumitnya Negosiasi dengan Guardiola

Setelah opsi Ancelotti tertutup, Maldini bersama penasihat khusus FIGC, Leonardo, terbang ke Barcelona untuk membuka pembicaraan langsung dengan Pep Guardiola. Pelatih asal Spanyol tersebut saat ini berstatus tanpa klub setelah mengakhiri masa bakti 10 tahun yang bergelimang trofi di Manchester City pada Mei lalu.  

Meski demikian, proses negosiasi dengan Guardiola menghadapi kendala besar, terutama terkait masalah finansial dan rencana pribadinya. Laporan dari pers Italia menyebutkan bahwa Guardiola meminta gaji sekitar €20 juta per tahun, angka yang mencapai dua kali lipat dari tawaran maksimal FIGC. 

Selain itu, keinginan Guardiola untuk beristirahat sejenak dari dunia kepelatihan guna menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya di Barcelona turut menjadi pertimbangan.  

Ketika ditanya mengenai spekulasi angka-angka tersebut, Maldini memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh.  

“Kami tidak bisa memberikan kabar tentang apa yang terjadi hari ini. Anda tahu salah satu tujuan kami,” tambah Maldini.

Baca juga: FIGC Temui Pep Guardiola untuk Latih Timnas Italia

“Idealnya, pelatih sudah bisa didapatkan pada akhir minggu ini, tetapi mungkin yang lebih ideal lagi adalah menunggu orang yang benar-benar kita inginkan. Ada sedikit rasa terburu-buru, tetapi bukan tergesa-gesa.”

Opsi Alternatif FIGC

Jika kesepakatan dengan Guardiola gagal terwujud, FIGC dilaporkan telah menyiapkan beberapa nama alternatif. Mantan pahlawan Piala Dunia 2006, Andrea Pirlo, masuk dalam radar federasi, bersama dengan dua mantan pelatih Azzurri, Roberto Mancini dan Antonio Conte, yang dinilai sudah sangat memahami seluk-beluk sepak bola Italia.  

FIGC berharap dapat segera menyelesaikan proses penunjukan ini dalam waktu dekat guna mempersiapkan tim nasional menghadapi kualifikasi turnamen internasional berikutnya.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!