Jordan Henderson Akui Sempat Gugup Kembali ke Premier League
Setelah petualangan singkat namun penuh gejolak di Arab Saudi dan Belanda, kembalinya Jordan Henderson ke Premier League bersama Brentford menjadi salah satu narasi paling menarik di musim panas. Namun, gelandang veteran berusia 35 tahun itu kini mengakui bahwa keputusan untuk kembali ke liga yang ia dominasi selama bertahun-tahun itu tidak datang tanpa keraguan dan kegugupan.
Mantan kapten Liverpool yang meraih delapan gelar utama itu, kini memusatkan seluruh pengalaman dan mentalitas juaranya untuk menjaga tren menanjak The Bees di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Ragu Kembali ke Premier League
Henderson tiba di Gtech Community Stadium sebagai free agent pada musim panas 2025, menyusul masa-masa yang kurang berkesan di Al-Ettifaq dan Ajax. Ia mengakui lingkungan baru dan perubahan yang drastis sempat menimbulkan sedikit kecemasan.
"Awalnya memang agak gugup," ungkap Henderson, merujuk pada kepindahannya. "Tetapi, rasanya lebih seru saat datang dan memulai semua ini."
Baca juga: Henderson Bantah Dirinya Cuma Jadi Pelengkap di Timnas Inggris
Bagi Henderson, yang sangat menghargai rutinitas dan konsistensi setelah 12 tahun yang sarat trofi di Anfield, kembali ke Premier League di klub yang sedang membangun budaya baru merupakan lompatan besar.
Namun, ia memuji staf dan lingkungan di Brentford yang membuat proses adaptasinya menjadi mulus.
Pengalaman dan kualitas kepemimpinannya telah terbukti krusial bagi awal yang solid bagi Brentford di bawah arahan manajer baru, Keith Andrews. Henderson telah bermain 11 kali di Premier League, menunjukkan bahwa ia masih memiliki kemampuan untuk mendikte tempo di lini tengah.
Peningkatan Bersama Brentford
Ketika ditanya mengenai definisi kesuksesan bersama Brentford, Henderson menegaskan bahwa ukuran keberhasilannya kini telah berubah drastis, jauh dari ambisi perebutan gelar yang ia kenal di Liverpool.
"Peningkatan," jawab Henderson ringkas, ketika ditanya tentang apa yang ingin ia capai bersama The Bees. "Untuk klub, untuk tim, saya ingin menjadi bagian dari itu, dan untuk diri saya sendiri."
Baca juga: Brentford Menang 2-0, West Ham Makin Terpuruk
Henderson melihat perannya di Brentford sebagai mentor dan katalis untuk kemajuan tim yang relatif muda. Ia bertekad untuk meninggalkan klub dalam kondisi yang lebih baik dari saat ia datang.
"Saya ingin memberikan segalanya untuk tim dan, mudah-mudahan, saat saya pergi, Brentford berada di tempat yang lebih baik," tuturnya. "Sekarang saatnya mencoba membangunnya, terutama dengan beberapa perubahan selama musim panas."
Dengan pernyataan ini, Henderson secara resmi menggeser fokusnya dari kejayaan individu menjadi stabilitas kolektif klub, sebuah peran yang diyakini akan memberikan dampak signifikan di ruang ganti Brentford di sisa musim ini.