Bukan Masalah Taktik, De Zerbi Tegaskan Tottenham Harus Tingkatkan Mentalitas
Roberto De Zerbi menegaskan bahwa mengubah kondisi psikologis para pemain Tottenham Hotspur akan menjadi faktor penentu untuk menghindari degradasi, jauh lebih penting daripada merombak gaya permainan tim.
Pernyataan tersebut disampaikan sang manajer baru usai melakoni debut pahit di Premier League, di mana The Lilywhites takluk 1-0 dari Sunderland di Stadium of Light pada Minggu lalu. Gol semata wayang Nordi Mukiele yang terdefleksi di menit ke-61 memastikan Spurs tetap terpuruk di zona merah dengan hanya enam pertandingan tersisa.
Bukan Masalah Taktik, Tapi Kepercayaan Diri
Dikenal sebagai pelatih yang fanatik dengan gaya sepak bola menyerang dan penguasaan bola, De Zerbi justru memberikan penilaian yang mengejutkan dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Spurs.
Baginya, kualitas teknis skuadnya tidak perlu diragukan, namun mentalitas mereka sedang berada di titik terendah.
Baca juga: Sunderland Menang Tipis 1-0 atas Tottenham di Laga Debut De Zerbi
"Tugas saya sekarang bukanlah mengubah gaya bermain. Saya melakukan dua atau tiga hal dengan bola, dua atau tiga hal tanpa bola, tetapi bagian terpenting bukanlah dengan bola atau tanpa bola. Yang terpenting adalah mentalitas kita untuk tetap positif," kata De Zerbi.
"Kita harus menemukan energi yang tepat, semangat yang tepat. Ketika mereka bersama saya selama seminggu, mereka akan menemukan pelatih yang positif karena saya percaya pada mereka. Mereka manusia dan mungkin mereka terlalu banyak menderita.
"Kita harus tetap bersama dan dekat serta meningkatkan detail sepak bola, tetapi yang terpenting adalah menjadi lebih baik secara mental."
Debut yang Menyesakkan di Stadium of Light
Tottenham sebenarnya memulai laga dengan cukup menjanjikan. Dominic Solanke dan Randal Kolo Muani sempat mengancam gawang Robin Roefs, bahkan Spurs sempat mendapat hadiah penalti sebelum dibatalkan oleh VAR karena tekel Omar Alderete dianggap bersih.
Namun, nasib buruk seolah enggan menjauh dari klub London Utara tersebut. Tembakan Nordi Mukiele membentur kaki Micky van de Ven, mengecoh kiper Antonin Kinsky, dan bersarang di pojok gawang. Selain kekalahan, De Zerbi juga harus kehilangan kapten Cristian Romero yang ditarik keluar sambil menangis akibat benturan keras dengan kipernya sendiri.
Baca juga: Tottenham Resmi Tunjuk Roberto De Zerbi dengan Kontrak Jangka Panjang
Mencari Satu Kemenangan Pengubah Nasib
Kekalahan ini membuat Tottenham mencatatkan rekor kelam: belum pernah menang di Premier League sepanjang tahun kalender 2026. Meski berada di peringkat ke-18 dan terpaut dua poin dari zona aman, De Zerbi tetap optimistis.
“Mentalitas kami adalah untuk selalu berpikir positif, tetapi bukan hanya karena kami memiliki kualitas yang cukup untuk memenangkan pertandingan, dan ketika kami memenangkan pertandingan, kami dapat mengubah segalanya,” tegasnya.
Ujian berikutnya bagi De Zerbi tidaklah mudah. Akhir pekan depan, ia harus memimpin pasukannya menjamu mantan klubnya, Brighton, di laga kandang pertamanya. Dengan waktu yang semakin menipis, De Zerbi dituntut untuk segera memulihkan mentalitas pemenang di skuad Spurs jika tidak ingin melihat klub raksasa ini turun kasta untuk pertama kalinya sejak 1977.