Era keemasan Manchester City akan segera kehilangan salah satu pilar terpentingnya. Asisten manajer Pep Lijnders mengonfirmasi pada hari Minggu bahwa kapten tim, Bernardo Silva, akan meninggalkan Etihad Stadium pada akhir musim 2025-26, mengakhiri masa bakti sembilan tahun yang penuh dengan gelimang trofi.

Pernyataan emosional ini disampaikan Lijnders dalam konferensi pers pasca-kemenangan telak 4-0 atas Liverpool di perempat final FA Cup. Dengan Pep Guardiola yang sedang menjalani hukuman skorsing di pinggir lapangan, Lijnders mengambil alih tanggung jawab untuk mengonfirmasi spekulasi yang telah lama beredar mengenai masa depan sang maestro asal Portugal tersebut.

Perpisahan Sang Pemain

Sejak bergabung dari AS Monaco pada 2017, Bernardo Silva telah bertransformasi dari seorang penyerang sayap kreatif menjadi gelandang komplet yang menjadi otak permainan City. 

Baca juga: Rodri Buka Pintu Transfer ke Real Madrid

"Tapi setiap cerita yang bagus pasti ada akhirnya,” kata Lijnders

"Saya harap dia menikmati bulan-bulan terakhirnya, hanya enam minggu lagi, dan dia mendapatkan perpisahan yang baik dan dia pantas mendapatkan semua perhatian itu."

Lijnders juga menyoroti kecerdasan taktis, kemampuan kontrol bola, serta jiwa kepemimpinan Bernardo yang menjadikannya perekat dalam sistem permainan Guardiola. Kepastian hengkangnya Bernardo dengan status bebas transfer saat kontraknya habis pada Juni nanti diyakini akan memicu perburuan besar di bursa transfer, dengan Barcelona disebut-sebut sebagai tujuan favorit sang pemain.

Warisan Sembilan Tahun di Etihad

Selama hampir satu dekade berseragam biru langit, Bernardo Silva telah mengoleksi medali yang mungkin menjadi dambaan setiap pemain. 

Enam gelar Premier League, trofi Liga Champions 2022-23 yang bersejarah, serta berbagai piala domestik, termasuk Piala Liga (Carabao Cup) yang baru saja ia angkat bulan lalu setelah mengalahkan Arsenal di final, menjadi bukti sahih dominasinya.

Total 450 penampilan telah ia catatkan, menjadikannya salah satu pemain dengan masa bakti terlama di era modern City. Etos kerja yang tak kenal lelah dan kemampuannya bermain di berbagai posisi telah membuatnya mendapat yang tidak tergantikan.

Lijnders menekankan bahwa kontribusi Bernardo melampaui statistik gol dan assist, menyebutnya sebagai sosok yang unik di dunia sepak bola.

​​"Anda tidak akan pernah bisa menggantikan pemain dengan tipe pemain yang sama, karena pemain seperti itu tidak ada. Bernardo Silva unik," tambah Lijnders.

"Cara dia mengendalikan permainan, cara dia bergerak, cara dia menerima bola, cara dia memimpin, cara dia melihat solusi, semua hal itu. Anda tidak pernah mencari pengganti pemain dengan satu tipe saja, Anda mencari apa yang dibutuhkan untuk berkembang bersama tim dan seseorang yang bisa masuk ke dalam sebelas pemain utama.”

Baca juga: Lalui Masa Kritis, Bernardo Silva Tegaskan Man City Telah Bangkit

Misi Terakhir: Mengejar Treble Domestik

Meskipun pengumuman ini membawa nuansa melankolis bagi publik Etihad, fokus Bernardo dipastikan tidak akan goyah di sisa musim ini. Manchester City saat ini masih berjuang di tiga kompetisi berbeda demi mengulang sejarah kesuksesan mereka.

Dengan tiket semifinal FA Cup melawan Southampton yang sudah diamankan, serta persaingan ketat dengan Arsenal di puncak klasemen Premier League, Bernardo Silva memiliki kesempatan emas untuk menutup kariernya di Inggris dengan tambahan tiga trofi sekaligus. Skuad The Citizens kini bertekad untuk memberikan kado perpisahan terindah bagi sang kapten yang telah memberikan segalanya untuk klub.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!