Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Badan Wasit Inggris (Pro Ref) secara resmi menyampaikan permintaan maaf kepada Manchester United setelah mengakui bahwa gol penentu kemenangan Erling Haaland dalam laga Derby Manchester hari Minggu kemarin seharusnya dianulir menyusul keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang keliru.
Pertandingan berakhir dengan skor 1–0 untuk kemenangan Manchester City di Old Trafford lewat gol tunggal Erling Haaland di menit ke-60. Kemenangan tersebut diraih City meski Phil Foden menerima kartu merah langsung di menit ke-23 akibat pelanggaran terhadap Bruno Fernandes.
Setelah melakukan evaluasi mendalam pada malam hari setelah pertandingan, pihak Pro Ref mengakui bahwa tim VAR telah salah dalam menerapkan aturan interferensi subjektif tersebut.
"Menyusul insiden pada menit ke-60 pertandingan Premier League hari Minggu antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, kami dapat memberikan klarifikasi terkait gol yang disahkan untuk Erling Haaland,” bunyi pernyataan Pro Ref.
"Keputusan awal di lapangan menyatakan Erling Haaland berada dalam posisi offside—hal ini diperiksa oleh VAR dan ia dinyatakan berada dalam posisi onside.
Baca juga: Haaland Bawa 10 Pemain Man City Bungkam Man United di Old Trafford
"Dalam rangkaian serangan yang sama, dipastikan bahwa Enzo Fernandez tidak memainkan bola sehingga penilaian mengenai pelanggaran offside menjadi subjektif; namun, dalam kejadian ini, VAR tidak mempertimbangkan dampak potensial dari posisinya dan seharusnya merekomendasikan peninjauan ulang di lapangan.
"Kami telah menghubungi Manchester United malam ini untuk mengakui adanya kekeliruan dalam pengambilan keputusan tersebut. Peninjauan terhadap insiden ini akan dilakukan."
Momen krusial tersebut terjadi pada menit ke-60 di Old Trafford. Manchester City yang bermain dengan sepuluh pemain menyusul kartu merah Phil Foden di babak pertama, melancarkan serangan melalui Joško Gvardiol dari sisi kiri.
Umpan silang Gvardiol memantul ke area penalti, di mana gelandang Enzo Fernández yang berada dalam posisi offside mencoba menyambut bola dengan sundulan sambil meluncur. Meski Fernández tidak mengenai bola, pergerakannya yang agresif memaksa bek United Lisandro Martínez untuk mengawalnya, meninggalkan Haaland tanpa pengawalan di tiang jauh untuk menceploskan bola ke gawang.
Hakim garis awalnya telah mengangkat bendera tanda offside. Namun, petugas VAR Matt Donohue menilai bahwa meskipun posisi Haaland sah karena tertahan oleh posisi kaki Patrick Dorgu, Fernández dianggap tidak menyentuh bola sehingga tidak menginterferensi permainan. Wasit utama Michael Oliver kemudian disarankan untuk mengesahkan gol tersebut tanpa perlu melihat layar peninjauan di pinggir lapangan.
Baca juga: Sahkan Gol Kontroversial, Martínez Kecam Ketidakadilan Wasit di Derbi Manchester
Pusat kontroversi terletak pada interpretasi Law 11, di mana pemain dalam posisi offside dinilai melakukan pelanggaran jika melakukan tindakan nyata yang berdampak pada kemampuan lawan untuk memainkan atau bertahan dari bola.
Dalam insiden ini, pergerakan Fernández terbukti menarik Lisandro Martínez keluar dari posisinya sehingga Haaland berdiri bebas.
Manajer Manchester United, Michael Carrick, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya saat berbicara setelah peluit panjang dibunyikan. Ia menegaskan bahwa keberadaan teknologi dan petugas khusus seharusnya mencegah keputusan yang tak masuk akal seperti itu.
Menurutnya, keputusan mengabaikan pergerakan pemain yang mencoba menyambut bola di depan bek adalah sebuah kekeliruan fatal yang sulit dipahami.
Bek United, Lisandro Martínez, yang terlibat langsung dalam mengawal Fernández, juga menyuarakan rasa frustrasinya. Ia menjelaskan bahwa pergerakannya murni merespons ancaman langsung dari Fernández yang berada persis di depannya, yang menjadi alasan utama Haaland tidak terjaga di tiang jauh.
Martínez menilai kesalahan berulang seperti ini sangat tidak dapat diterima, terlebih setelah para pejabat wasit rutin memberikan sosialisasi aturan sebelum musim dimulai.
Kekalahan ini membuat United harus pulang tanpa poin meski unggul jumlah pemain selama lebih dari satu jam pertandingan. Sementara itu, keputusan kontroversial ini dipastikan kembali memicu perdebatan hangat mengenai konsistensi standar penerapan VAR di sepak bola modern.