Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Dalam sepak bola level teratas, status invincible atau tak terkalahkan biasanya dibicarakan dalam durasi singkat yang dramatis. Kita mengagumi Arsenal era 2003–2004 asuhan Arsène Wenger yang melewati 49 laga Premier League tanpa tersentuh kekalahan. Kita merujuk pada AC Milan bentukan Fabio Capello, yang mencatatkan 58 laga Serie A tanpa noda pada awal 1990-an, sebagai standar tertinggi otoritas taktis Eropa.
Namun, jauh dari sorotan bernilai miliaran dolar di lima liga top Eropa, batas ketakterkalahan di kasta tertinggi telah didorong ke tingkatan yang sebelumnya dianggap tak mungkin secara matematis.
Pada 21 Agustus 2026, di dalam Sultan Ibrahim Stadium yang megah dan penuh sesak, raksasa Malaysia Johor Darul Ta'zim (JDT) secara resmi mengukir keabadian. Kemenangan klinis 3–0 atas Kuching City dalam laga pembuka musim memperpanjang rekor tak terkalahkan JDT di liga domestik kasta tertinggi menjadi 109 pertandingan, melampaui rekor legendaris 108 pertandingan milik klub raksasa Pantai Gading, ASEC Mimosas, yang bertahan sejak 1994.
Untuk memahami skala pencapaian JDT, skala waktu rekor ini harus dilihat secara utuh. Tim berjuluk "Harimau Selatan" ini belum pernah merasakan kekalahan di kompetisi liga domestik sejak April 2021.
Melewati empat musim penuh Liga Super Malaysia, beragam pergantian pelatih, jeda internasional, hingga tekanan perburuan gelar, JDT secara konsisten menolak untuk tumbang.
Baca juga: Pengertian Clean Sheet dan Asal Mula Penggunaan Istilahnya
Di laga melawan Kuching City, hasil positif tersebut berjalan seperti rutinitas. Winger asal Brasil Marcos Guilherme membuka keunggulan pada menit ke-11 memanfaatkan kombinasi dengan pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, Bergson da Silva. Gelandang asal Spanyol Oscar Arribas menggandakan keunggulan usai jeda, sebelum penyerang asal Iran Shahab Zahedi mengunci malam bersejarah tersebut menjelang laga usai.
“Saya pernah bermain untuk dan menyaksikan banyak tim yang mendominasi selama berkarier di Eropa, jadi saya tahu betapa sulitnya mempertahankan rekor tak terkalahkan, tidak peduli seberapa kuat tim Anda. Semua orang ingin mengalahkan Anda dan menganggap setiap pertandingan melawan Anda layaknya laga final—sama halnya dengan situasi yang dihadapi JDT,” ujar CEO JDT sekaligus mantan pemenang Liga Champions bersama Liverpool, Luis García.
Selama lebih dari tiga dekade, standar global untuk dominasi di liga domestik dipegang oleh raksasa Afrika Barat. Antara tahun 1989 dan 1994, ASEC Mimosas dari Pantai Gading, di bawah arahan pelatih asal Prancis Philippe Troussier, mencatatkan 108 laga liga tanpa kekalahan berkat generasi emas yang kelak menjadi tulang punggung tim nasional mereka di panggung dunia.
Baca juga: Alasan Nomor Punggung 10 Sangat Ikonik dalam Sepak Bola
Sebelum ASEC, rekor tersebut dipegang oleh kekuatan besar Rumania, Steaua București, lewat catatan 104 laga tak terkalahkan pada rentang 1986–1989 yang hingga kini masih bertahan sebagai rekor terpanjang di benua Eropa.
Kritikus sering kali menyoroti ketimpangan finansial saat menilai rekor tak terkalahkan di luar liga-liga utama Eropa. Di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Johor, Tunku Ismail ibni Sultan Ibrahim ("TMJ"), JDT memang membangun kekuatan ekonomi yang jauh melampaui rival-rival domestiknya, termasuk mendirikan stadion megah berkapasitas 40.000 penonton dan fasilitas latihan modern berstandar klub papan atas Eropa.
Baca juga: Sejarah Diciptakannya Posisi Sweeper atau Libero
Namun, keunggulan finansial semata tidak cukup untuk menjelaskan bagaimana sebuah tim bisa melalui lima tahun kalender tanpa mengalami satu pun hari buruk di lapangan. Kedisiplinan taktis, rotasi pemain yang presisi, serta ketahanan mental adalah faktor utama yang mengubah klub kaya menjadi benteng yang tak tertembus. Di bawah asuhan manajer Xisco Muñoz, JDT menggabungkan penguasaan bola yang dominan dengan skema counter-pressing yang agresif, hingga membuat mereka hanya kehilangan poin di satu atau dua laga saja dalam beberapa musim terakhir.
Ketika rentetan 49 laga Arsenal dihentikan Manchester United pada 2004, atau ketika Steaua București akhirnya tumbang dari Dinamo pada akhir 1989, hal itu menandai akhir alami dari sebuah siklus keemasan. Namun bagi JDT, dengan jurang kualitas taktis dan struktur klub yang semakin melebar dari para pesaingnya, rekor dunia yang masih berlanjut laga ini tampaknya bukan sekadar garis akhir, melainkan standar baru yang mungkin akan bertahan hingga beberapa generasi mendatang.
Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!