Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Adu penalti sejatinya dirancang sebagai instrumen pamungkas yang paling cepat dan kejam untuk menyelesaikan sebuah pertandingan yang berakhir imbang. Pada umumnya, penderitaan psikologis ini akan selesai dalam waktu sepuluh hingga lima belas menit setelah lima penendang utama dari masing-masing tim menyelesaikan tugasnya.
Namun, sejarah mencatat momen-momen surealis di mana fase hidup dan mati ini menolak untuk berakhir dan justru berubah menjadi maraton ketahanan fisik yang menyiksa saraf. Rekor dunia untuk adu penalti terpanjang dalam sejarah kompetisi resmi saat ini dipegang oleh sebuah pertandingan yang memecahkan segala batasan logika dengan total 56 tendangan.
Peristiwa pemecahan rekor dunia ini terjadi pada bulan Mei 2024 dalam kompetisi Liga Alef, yang merupakan kasta ketiga dalam piramida sepak bola Israel. Pertandingan play-off promosi yang mempertemukan SC Dimona melawan Shimshon Tel Aviv harus dilanjutkan ke babak adu penalti setelah kedua tim terkunci pada skor imbang 2-2 selama 120 menit waktu normal dan perpanjangan waktu.
Baca juga: Pemain Termuda yang Pernah Melakukan Debut di Liga Top Eropa
Tidak ada satu pun penonton, pelatih, maupun perangkat pertandingan yang menyadari bahwa mereka akan menyaksikan sebuah kengerian sejarah. Babak penalti tersebut berlangsung sangat lama hingga 56 tendangan.
Ini berarti seluruh 11 pemain di atas lapangan, termasuk kedua penjaga gawang, terpaksa maju ke titik putih sebagai algojo sebanyak dua hingga tiga kali putaran. Setelah siksaan emosional panjang yang diwarnai oleh kelelahan ekstrem dan kram otot, SC Dimona akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor penalti yang lebih menyerupai hasil pertandingan bola tangan: 23-22.
Sebelum maraton gila di Israel tersebut tercatat secara resmi, rekor dunia adu penalti terpanjang dipegang oleh sebuah pertandingan kompetisi amatir regional di Inggris pada bulan Maret 2022. Laga turnamen Memorial Cup yang mempertemukan Washington melawan Bedlington Terriers mengharuskan wasit berdiri mengawasi 54 tendangan penalti. Washington saat itu sukses mengunci kemenangan dengan skor penalti 25-24.
Baca juga: Klub dengan Rekor Tak Terkalahkan (Invincibles) Paling Lama di Liga
Jika kita menarik sejarah sedikit lebih jauh ke belakang untuk melihat laga kompetisi nasional kasta tertinggi, rekor klasik yang bertahan selama belasan tahun terjadi di final Piala Namibia pada tahun 2005. Pertandingan antara KK Palace melawan Civics menciptakan sensasi global saat itu karena melibatkan 48 tendangan penalti. KK Palace akhirnya merengkuh trofi kejuaraan setelah memenangkan adu penalti dengan skor 17-16.
Tragedi maraton ini membuktikan bahwa ketika adu penalti telah melewati putaran pertama dan memaksa para pemain bertahan serta penjaga gawang untuk ikut menendang, sepak bola tidak lagi murni berbicara soal teknik. Fase tersebut murni berubah menjadi ujian kemampuan psikologis manusia dalam menahan rasa takut dan ketegangan hingga batas puncaknya.