Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Laga panas Derbi Manchester di Old Trafford pada Minggu malam berakhir dengan gelombang kontroversi menyengat. Bek tengah Manchester United, Lisandro Martínez, secara terbuka mengecam keputusan perwasitan yang mengesahkan gol tunggal Manchester City 1-0 sebagai bentuk "ketidakadilan", sementara sang manajer Michael Carrick menyebut pengesahan tersebut sebagai kesalahan yang sangat jelas dan mencemaskan.
Kekalahan tipis di kandang sendiri memutus tren positif Setan Merah usai pesta gol di panggung Liga Champions pertengahan pekan lalu. Keputusan VAR yang membiarkan gol Erling Haaland di menit ke-60 tetap sah, meskipun sempat dianulir karena bendera offside, menjadi pemicu utama amarah kubu tuan rumah.
Mengusung pertahanan solid sepanjang laga, Lisandro Martínez tidak menutupi rasa frustrasinya saat berbicara kepada media usai peluit panjang dibunyikan. Bek asal Argentina itu menilai keterlibatan Enzo Fernández yang melompat menyambut bola dari posisi offside secara langsung mempengaruhi pergerakannya dalam mengawal Haaland.
"Menurut saya itu offside," ujar Martinez kepada Sky Sports. "Dan yang tidak bisa saya pahami adalah aturannya. Dia [Fernández] ada di sana, saya menghampirinya. Dia berada tepat di depan saya. Jadi, itulah sebabnya [Erling] Haaland bebas tanpa kawalan di belakang.
Baca juga: Haaland Bawa 10 Pemain Man City Bungkam Man United di Old Trafford
"Setiap musim, [para wasit] datang ke klub kami, mereka menjelaskan aturan selama satu hingga satu setengah jam dengan penuh keyakinan, namun kemudian terjadi kesalahan-kesalahan seperti ini di Premier League. Ini tidak bisa diterima.
"Karena ini adalah liga terbaik di dunia, dengan tim-tim terbaik dan pemain-pemain terbaik dunia, namun kini kami harus pulang membawa rasa ketidakadilan ini."
Manajer Manchester United, Michael Carrick, turut menyuarakan kekecewaan mendalam dalam sesi konferensi pers.
Carrick mengecam proses pengambilan keputusan oleh petugas VAR yang membutuhkan waktu lama namun tetap menghasilkan interpretasi yang salah.
"Penjelasan yang saya terima adalah dia tidak mengganggu jalannya permainan, jadi saya benar-benar tidak habis pikir," ujarnya.
"Saya sungguh tidak mengerti. Saya tidak paham bagaimana mereka berusaha membantu wasit dengan menyediakan begitu banyak lapisan pendukung—melibatkan begitu banyak orang, begitu banyak petugas, layar monitor, dan entah ruangan atau kantor apa lagi—demi menghasilkan keputusan yang tepat.
"Dia menerjang ke arah bola dari jarak enam yard di depan gawang dan nyaris saja menyentuhnya.
Baca juga: "Ancaman Berbeda": Carrick Puji Ketajaman Šeško Usai Pesta Gol di UCL
"Sungguh mengkhawatirkan jika seperti itulah cara pandang mereka yang memimpin pertandingan terhadap situasi tersebut.
"Menurut saya, kita semua paham apa arti aturan itu, dan hal itu sebenarnya sangat jelas, bukan? Sangat jelas. Rasanya tidak ada lagi yang lebih jelas daripada itu."
Gelombang protes dari kubu United terbukti beralasan. Badan Wasit Profesional Inggris, Pro Ref, dilaporkan langsung menghubungi pihak Manchester United beberapa saat setelah pertandingan berakhir untuk mengakui bahwa keputusan mengesahkan gol tersebut merupakan sebuah kekeliruan teknis dari tim VAR.
Meski pengakuan kekeliruan tersebut tidak mengubah hasil akhir 1-0 bagi kemenangan Manchester City yang tampil dengan 10 pemain sejak babak pertama usai kartu merah Phil Foden, Carrick meminta anak asuhnya untuk segera mengalihkan fokus dan menjaga mental bertanding guna mengembalikan momentum positif di pertandingan berikutnya.