Arsenal Bungkam Chelsea 2-1 di Emirates
Arsenal menegaskan status mereka sebagai penguasa London sekaligus calon kuat juara Premier League setelah menundukkan Chelsea 2-1 pada Minggu malam. Dalam laga bertajuk London Derby di Emirates Stadium, pasukan Mikel Arteta kembali memamerkan senjata rahasia mereka, yaitu dominasi total dalam situasi bola mati.
Kemenangan ini sangat krusial bagi The Gunners untuk mengembalikan keunggulan lima poin di puncak klasemen atas Manchester City. Sebaliknya, bagi Chelsea asuhan Liam Rosenior, kekalahan ini menjadi pukulan telak dalam ambisi mereka menembus zona Liga Champions.
Duel Udara Saliba dan Timber
Arsenal tidak butuh waktu lama untuk menunjukkan taringnya. Pada menit ke-21, berawal dari sepak pojok akurat Bukayo Saka, Gabriel berhasil menyambut bola di tiang jauh.
William Saliba lalu menanduk bola ke arah gawang, yang sempat mengenai Mamadou Sarr sebelum bersarang di gawang Robert Sanchez, namun gol tersebut resmi dikreditkan kepada sang bek asal Prancis.
Baca juga: Desak Arsenal Bidik Quadruple, Saka: Jangan Hanya Terpaku pada Premier League
Chelsea sempat memberikan perlawanan sengit dan berhasil menyamakan kedudukan tepat sebelum jeda babak pertama.
Tendangan penjuru berbahaya dari Reece James memaksa Piero Hincapie melakukan blunder fatal dengan menyundul bola ke gawang sendiri saat mencoba menghalaunya. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Kebuntuan di babak kedua akhirnya pecah pada menit ke-66, lagi-lagi melalui skema bola mati. Umpan melengkung Declan Rice disambut dengan tandukan bertenaga oleh Jurrien Timber. Gol tersebut merupakan gol ke-16 Arsenal dari situasi sepak pojok musim ini, menyamai rekor sepanjang masa Premier League.
Kartu Merah dan Drama Penyelamatan Raya
Malam Chelsea kian kelam saat Pedro Neto diusir wasit pada menit ke-20, menerima dua kartu kuning tak lama berselang setelah gol Timber.
Baca juga: Denda Fantastis Menanti, FA Hukum Chelsea dan West Ham Usai Keributan Massal
Meski bermain dengan 10 orang, The Blues tidak menyerah begitu saja. Liam Rosenior memasukkan tenaga baru seperti Alejandro Garnacho dan Liam Delap untuk mengejar ketertinggalan.
Drama mencapai puncaknya di masa injury time. David Raya melakukan penyelamatan akrobatik untuk menepis tendangan Garnacho yang hampir saja berbuah gol.
Tak lama berselang, publik Emirates sempat terdiam saat Liam Delap menjebol gawang Raya, namun hakim garis dengan sigap mengangkat bendera offside.
"Jantung saya hampir berhenti berdetak di akhir pertandingan," kata Arteta. "Kami harus melewati masa-masa sulit untuk berhak memenangkan pertandingan. Ketika Anda melihat bagaimana tim-tim bermain, semua orang menderita."
Dengan kemenangan ini, Arsenal kini mengoleksi 64 poin dari 29 pertandingan. Fokus mereka kini beralih ke laga di kandang Brighton & Hove Albion pada tengah pekan.
Sementara itu, Chelsea kini terlempar ke peringkat keenam dengan 45 poin dari 28 laga, selisih tiga poin dari Liverpool di peringkat kelima, yang kemungkinan besar menjadi spot terakhir untuk lolos ke Liga Champions musim depan.