Denda Fantastis Menanti, FA Hukum Chelsea dan West Ham Usai Keributan Massal
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) akhirnya menjatuhkan sanksi berat menyusul adegan memalukan di Stamford Bridge bulan lalu. Chelsea dan West Ham United resmi dijatuhi denda total lebih dari £600.000 (sekitar Rp13 miliar) setelah terbukti gagal mengendalikan pemain mereka dalam insiden keributan massal di penghujung laga Derby London tersebut.
Dalam pengumuman resmi pada Rabu waktu setempat, FA merinci bahwa Chelsea dikenakan denda sebesar £325.000 , sementara West Ham harus membayar £300.000.
Tensi Tinggi di Menit Akhir
Insiden yang menjadi sorotan ini terjadi di menit ke-95 saat Chelsea mengunci kemenangan comeback dramatis 3-2 atas The Hammers pada 31 Januari 2026.
Percikan api dimulai ketika winger West Ham, Adama Traoré, mendorong Marc Cucurella hingga terjatuh.
Baca juga: Pertikaian di Derby London, FA Dakwa Chelsea dan West Ham
Situasi dengan cepat berubah menjadi liar ketika Joao Pedro berlari untuk membela rekan setimnya, yang kemudian memicu keterlibatan hampir 20 pemain dan staf dari kedua belah pihak.
Drama mencapai puncaknya setelah tinjauan VAR yang panjang, di mana bek West Ham, Jean-Clair Todibo, diganjar kartu merah langsung karena tertangkap kamera mencekik leher Joao Pedro di tengah kerumunan.
Alasan Denda yang Berbeda
Meski kedua klub mengakui dakwaan tersebut, denda Chelsea sedikit lebih tinggi karena rekam jejak disiplin mereka musim ini.
Ini adalah sanksi keenam Chelsea dalam lima musim terakhir dan yang ketiga hanya dalam musim ini.
Sebaliknya, West Ham hanya melakukan tiga pelanggaran sebelumnya sejak musim panas 2021. Rekam jejak disiplin yang buruk ini menjadi faktor utama dalam hukuman berat yang mereka terima.
Baca juga: Terry Frustrasi Tak Dilirik Jadi Pelatih Interim Chelsea
“Diduga Chelsea FC gagal memastikan para pemainnya tidak berperilaku tidak pantas dan/atau provokatif sekitar menit ke-95. Diduga pula West Ham United FC gagal memastikan para pemainnya tidak berperilaku tidak pantas dan/atau provokatif dan/atau melakukan kekerasan pada saat itu,” tulis FA.
“Kedua klub tersebut kemudian mengakui tuduhan yang dikenakan terhadap mereka.”
Dalam menjatuhkan denda, komisi regulasi independen mempertimbangkan fakta bahwa kedua klub tersebut telah melakukan pelanggaran sebelumnya terhadap Aturan FA E20.1.
Aturan tersebut menyatakan bahwa tidak boleh ada perilaku yang "tidak pantas, menyinggung, kasar, mengancam, menghina, tidak senonoh, merendahkan, atau provokatif".
Dampak Bagi Kedua Tim
Bagi West Ham, kehilangan Jean-Clair Todibo karena suspensi sempat menjadi pukulan telak, meski performa mereka pasca-insiden justru membaik di bawah asuhan Nuno Espírito Santo.
Sementara bagi Chelsea, denda besar ini menjadi pengingat keras bagi manajemen klub untuk memperbaiki kedisiplinan pemain di tengah upaya mereka merangkak naik ke empat besar.
FA mengirimkan pesan yang sangat jelas: emosi dalam derby adalah hal biasa, namun kekerasan fisik dan hilangnya kendali kolektif akan dibayar mahal. Uang sebesar £625.000 bukanlah jumlah yang sedikit, bahkan bagi klub papan atas Premier League.