Hanya berselang 24 jam setelah Liam Rosenior secara resmi diperkenalkan sebagai manajer baru Chelsea, Racing Strasbourg bergerak cepat dengan menunjuk suksesornya. Klub Ligue 1 tersebut pada Rabu (7/1/2026) mengumumkan Gary O’Neil sebagai pelatih kepala baru untuk memimpin proyek ambisius mereka di Prancis.

Mantan pelatih Wolverhampton Wanderers dan Bournemouth itu kembali ke kursi kepelatihan setelah satu tahun menepi dari pinggir lapangan sejak meninggalkan Molineux pada akhir 2024. Penunjukan ini menandai pertama kalinya O'Neil berkarier di luar Inggris.

Pilihan Cepat di Tengah Gejolak Suporter

Kepergian Liam Rosenior ke London Barat, klub saudara yang sama-sama dimiliki BlueCo, sempat memicu gelombang protes dari para pendukung fanatik Le Racing. 

Baca juga: Chelsea Resmi Tunjuk Liam Rosenior Jadi Pelatih Baru

Mereka mengecam model kepemilikan multi-klub yang membuat Strasbourg seolah menjadi laboratorium bagi Chelsea.

Namun, manajemen Strasbourg mencoba meredam ketegangan tersebut dengan menghadirkan O'Neil, sosok yang dikenal memiliki kemampuan taktis mumpuni dalam memaksimalkan potensi skuad muda.

"Saya sangat bangga bisa bergabung dengan klub luar biasa ini," ujar O’Neil dalam pernyataan resminya. "Strasbourg memiliki sejarah yang unik dan dukungan suporter yang luar biasa. Kami memiliki skuad berkualitas tinggi dan target yang sangat ambisius untuk sisa musim ini."

Tugas Berat Menanti

Gary O’Neil mewarisi skuad yang saat ini duduk di peringkat ketujuh klasemen Ligue 1. Meski dalam posisi yang cukup baik, Strasbourg sedang mengalami tren negatif dengan lima pertandingan tanpa kemenangan di liga.

O'Neil dijadwalkan akan langsung memimpin sesi latihan pertamanya pada hari Kamis. Debutnya di pinggir lapangan tidak akan memakan waktu lama, karena ia akan memimpin Strasbourg dalam laga tandang melawan Avranches di ajang Piala Prancis (Coupe de France) pada Minggu mendatang.

Baca juga: Chelsea Resmi Pecat Enzo Maresca Usai Hubungan Memanas

Fokus pada Sepak Bola Menyerang

Reputasi O'Neil sebagai pelatih yang mampu menjaga tim tetap kompetitif dengan sumber daya terbatas menjadi alasan utama Marc Keller, presiden klub, menjatuhkan pilihan kepadanya. 

Di Bournemouth dan Wolves, O'Neil menunjukkan fleksibilitas taktis yang sering kali menyulitkan tim-tim besar Premier League.

Kini, tantangan terbesarnya adalah beradaptasi dengan budaya sepak bola Prancis dan memenuhi ekspektasi BlueCo untuk terus mengembangkan pemain muda sekaligus menjaga daya saing Strasbourg di zona kompetisi Eropa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!