Davide Ancelotti telah resmi diperkenalkan sebagai kepala pelatih baru LOSC Lille dengan ikatan kontrak berdurasi dua tahun. Pria berusia 36 tahun asal Italia ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa terbebani oleh nama besar sang ayah, Carlo Ancelotti, melainkan melihat garis keturunannya sebagai sebuah hak istimewa yang besar.

Mantan asisten pelatih Real Madrid dan tim nasional Brasil ini ditunjuk untuk menggantikan Bruno Genesio di Stade Pierre-Mauroy. Langkah ini menandai babak baru bagi Davide yang siap membuktikan kapasitasnya secara mandiri di panggung tertinggi sepak bola Eropa.

Menulis Cerita Sendiri di Prancis

Dalam konferensi pers perdananya, Ancelotti muda langsung meredam segala spekulasi yang membanding-bandingkan dirinya dengan sang ayah yang legendaris. Ia menegaskan ambisinya untuk membangun reputasinya sendiri tanpa harus bersembunyi di balik kesuksesan keluarganya.

Baca juga: Davide Ancelotti Resmi Jadi Pelatih Baru Lille

“Saya di sini untuk menulis kisah saya sendiri. Saya sangat senang menjadi seorang Ancelotti, memiliki nama keluarga ini,” kata Ancelotti. 

“Saya beruntung bisa belajar dari yang terbaik, dan itu bukan sesuatu yang ingin saya lepaskan. Itu bukan beban bagi saya. Tapi saya tidak ingin membandingkan diri dengan ayah saya. Saya tidak merasa tertekan karena itu.”

Meski demikian, memiliki salah satu pelatih terhebat sepanjang masa sebagai ayah tetap menjadi keuntungan tersendiri. Sambil tersenyum, Davide menambahkan bahwa bisa mengangkat telepon dan meminta saran taktis langsung dari Carlo kapan saja secara gratis adalah sebuah kemewahan yang luar biasa.

Modal Pengalaman Elite

Davide juga menolak anggapan bahwa dirinya minim rekam jejak untuk memimpin klub sebesar Lille. Sebelum mengambil keputusan ini, ia telah menjalani magang panjang di level elite Eropa serta sempat menjajal kerasnya atmosfer sepak bola Amerika Selatan bersama Botafogo.

Karier kepelatihannya di Prancis sebenarnya bukanlah hal baru. Empat belas tahun lalu, ia memulai perjalanannya di negara ini sebagai pelatih fisik untuk Paris Saint-Germain. Setelah itu, ia menjadi tangan kanan tepercaya di klub-klub dengan tuntutan raksasa seperti Bayern Munich, Napoli, Everton, dan Real Madrid.

Baca juga: Anak Carlo Ancelotti Dipecat Botafogo Setelah Lima Bulan Jadi Pelatih

“Memang benar saya memiliki latar belakang yang agak unik, tetapi saya telah bekerja di dunia sepak bola untuk waktu yang lama. Saya memulai di sini, di negara ini, 14 tahun yang lalu bersama PSG,” jelasnya.

“Kemudian saya menjalani karier yang sangat panjang sebagai asisten pelatih, tetapi di klub-klub yang memiliki tuntutan besar, banyak tekanan, dan standar yang sangat tinggi. Saya memutuskan untuk mencoba bereksperimen di Amerika Selatan sebagai permulaan, karena saya pikir itu adalah lingkungan yang sangat istimewa bagi seorang pelatih, sangat sulit. Saya sangat senang telah melakukannya, karena hari ini saya adalah pelatih yang lebih baik.”

Tantangan besar kini menanti Davide di Lille. Ia mewarisi skuad yang berhasil finis di peringkat ketiga Ligue 1 musim lalu dan mengamankan tiket otomatis ke Liga Champions. Dengan filosofi sepak bola yang modern, disiplin, dan berani, ujian pertama sang pelatih muda adalah membuktikan bahwa taktiknya sama kuatnya dengan nama besar yang ia sandang.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!