Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Hanya ada satu benda di dunia ini yang mampu membuat para pesepakbola terhebat menangis, bersujud, dan mempertaruhkan seluruh karier mereka demi bisa menyentuhnya selama beberapa detik saja: Trofi Piala Dunia FIFA. Menjelang laga final masif di New York-New Jersey akhir pekan ini, simbol supremasi tertinggi sepak bola global tersebut dipastikan akan menjadi pusat perhatian seluruh dunia. Namun, di balik aura magis yang terpancar, seberapa berat sebenarnya beban fisik yang harus diangkat oleh sang kapten juara di podium nanti?
Bagi sebagian besar kapten tim nasional yang beruntung, momen mengangkat trofi ikonik ini kerap digambarkan sebagai pengalaman yang mengejutkan secara fisik. Trofi asli Piala Dunia FIFA memiliki bobot resmi sebesar 6,175 kilogram dengan tinggi 36,5 sentimeter. Angka ini mungkin terdengar ringan di atas kertas, namun saat adrenalin memuncak setelah laga melelahkan selama 120 menit, mengangkat bongkahan emas murni tersebut terasa seperti mengangkat beban sejarah sebuah bangsa.
Untuk memahami mengapa trofi ini begitu berat dan berharga, kita harus melihat material pembentuknya. Dirancang oleh seniman legendaris asal Milan, Silvio Gazzaniga, usai Piala Dunia 1970 untuk menggantikan Trofi Jules Rimet yang legendaris, piala ini menggambarkan dua figur atlet yang sedang merayakan kemenangan sambil menyangga bola dunia di pundak mereka.
Baca juga: Dari Montevideo Ke New York: Daftar Final Piala Dunia Sepanjang Masa
Komposisi utama dari struktur patung ini adalah 5 kilogram emas murni 18 karat. Desain bagian dalamnya sengaja dibuat berongga; para ahli metalurgi menyatakan bahwa jika trofi ini padat seutuhnya tanpa rongga udara, bobotnya akan melonjak drastis hingga mencapai 70 hingga 80 kilogram, sebuah angka yang mustahil untuk diangkat dengan selebrasi ikonik di atas kepala.
Sebagai pelengkap kemewahan, bagian dasar trofi yang melingkar dilapisi oleh dua cincin batu permata malakit berwarna hijau pekat. Guratan hijau dari batuan mineral ini sengaja dipilih untuk memberikan kontras visual yang megah sekaligus melambangkan lapangan hijau tempat olahraga ini dimainkan.
Faktor lain yang membuat trofi seberat 6,175 kg ini kian mistis adalah aturan protokoler FIFA yang luar biasa ketat. Berbeda dengan turnamen olahraga lain di mana tim juara bisa menyimpan piala asli di lemari klub mereka, FIFA menerapkan kebijakan kepemilikan yang absolut.
Baca juga: Negara Mana yang Paling Banyak Juara Piala Dunia?
Trofi asli yang bertuliskan nama-nama negara pemenang di bagian dasarnya hanya akan menampakkan diri di atas lapangan saat laga pembuka, laga final, dan prosesi penyerahan medali. Begitu perayaan di stadion selesai, trofi asli akan langsung diamankan oleh pihak FIFA ke markas besar mereka di Zurich, Swiss.
Sebagai gantinya, sang negara juara hanya diizinkan membawa pulang sebuah replika resmi, sering disebut sebagai World Cup Winners' Trophy, yang terbuat dari perunggu berlapis emas. Namun bagi para gladiator lapangan hijau yang akan bertarung habis-habisan akhir pekan ini, kesempatan untuk merasakan beban 6 kilogram emas asli selama beberapa menit di podium adalah puncak tertinggi dari pembuktian hidup mereka.