Juventus menghadapi laga tandang paling dingin dan mungkin paling unik di Liga Champions UEFA musim 2025-26. Menjelang pertemuan krusial Matchday Kelima melawan Bodo/Glimt di Aspmyra Stadion pada Rabu dini hari WIB, Pelatih Bianconeri, Luciano Spalletti, secara terbuka mengungkapkan kekhawatirannya. Ia yakin, timnya berada dalam posisi yang dirugikan secara signifikan akibat faktor ekstrem di luar kendali mereka: suhu di bawah nol dan permukaan lapangan artifisial.

Kunjungan Si Nyonya Tua ke wilayah Arktik di Norwegia ini datang pada momen genting. Juventus, yang masih mencari kemenangan perdana mereka di Fase Liga Champions, sangat membutuhkan tiga poin untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

Udara Dingin dan Kebiasaan yang Berbeda

Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Spalletti yang terkenal blak-blakan, menyoroti lingkungan unik Aspmyra Stadion yang sering membuat tim-tim besar Eropa kesulitan.

“Lapangan dan cuacanya adalah sebuah kerugian,” ujar Spalletti, yang dikutip dari Football Italia. “Saya cukup beruntung pernah bekerja di luar negeri. Udara yang kita hirup sangat berbeda, sangat dingin dan kami tidak terbiasa.”

Suhu di Bodo diperkirakan akan turun hingga sekitar -6°C saat kick-off. Suhu ekstrem ini, menurut Spalletti, akan memengaruhi pernapasan dan kekuatan fisik para pemain Italia yang terbiasa dengan iklim yang jauh lebih hangat.

Baca juga: Yakin dengan Kualitas Juventus, Spalletti Optimis dengan Kebangkitan Bianconeri

“Ini soal kebiasaan yang berbeda dari kami,” tambahnya, menekankan perlunya adaptasi yang cepat, meski mengakui bahwa waktu yang tersedia sangat terbatas.

Permukaan Sintetis: Perbedaan Terbesar

Selain suhu yang membekukan, Spalletti juga menyoroti rumput sintetis di Aspmyra. Permukaan artifisial ini dikenal dapat mengubah kecepatan dan pantulan bola secara drastis, sebuah hal yang jarang dialami oleh para pemain top Serie A.

“Ini benar-benar hal yang sulit karena pantulannya, bagaimana bola itu bergerak,” jelas mantan pelatih Napoli dan timnas Italia. 

“Itu pasti bisa merugikan kami, tetapi kami akan mengatasinya. Kami semua pernah mengalami ketakutan sebelumnya, kami menghadapinya dan beradaptasi. Lapangan memengaruhi kami, tetapi kami ingin menampilkan performa terbaik kami sendiri.”

Baca juga: Giorgio Chiellini Ungkap Sisi Lembut Luciano Spalletti

Keinginan Keras Tutupi Kesenjangan

Meski mengeluhkan kondisi luar lapangan, Spalletti menolak menjadikan faktor cuaca dan lapangan sebagai alasan tunggal jika timnya gagal. Ia memuji kualitas Bodo/Glimt dan menuntut skuadnya menunjukkan mentalitas yang tangguh untuk mengatasi kerugian tersebut.

“Keinginan kami harus dapat menutupi kesenjangan yang ada di antara kedua tim,” tegasnya. “Mereka sangat bagus dalam mengenali pemain, bukan hanya soal lapangan atau dinginnya cuaca. Mereka punya banyak nilai dan tampil baik di kompetisi internasional.”

Kini, tugas berat berada di pundak Dusan Vlahovic dan kolega. Mereka harus membuktikan bahwa kualitas teknik dan talenta individu mereka mampu menaklukkan elemen alam dan permukaan artifisial yang telah diperingatkan oleh pelatih mereka. Kemenangan mutlak diperlukan untuk Juventus yang saat ini tertahan di peringkat ke-26 Fase Liga, hanya satu tempat di atas Bodo/Glimt.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!