Sembilan tahun adalah waktu yang sangat lama dalam sepak bola, namun bagi Diego "Cholo" Simeone, penantian itu terbayar tuntas dengan tetesan air mata kebanggaan. Setelah menyingkirkan Barcelona dengan agregat 3-2 di perempat final Liga Champions, pada Rabu (15/4) dini hari WIB, pelatih ikonik Atletico Madrid itu mengaku masih merasa emosional melihat semangat juang yang ditunjukkan pasukannya.

Meskipun kalah 2-1 di leg kedua, keunggulan 2-0 Atletico dari pertemuan pertama di Barcelona terbukti cukup untuk membawa mereka kembali ke empat besar Eropa untuk pertama kalinya sejak 2017.

Simeone Emosional

Bagi Simeone, keberhasilan ini lebih dari sekadar statistik atau keberhasilan taktik. Ini adalah tentang identitas. Berbicara dalam konferensi pers pasca-pertandingan, pria asal Argentina itu tampak berkaca-kaca saat menjelaskan apa arti kompetisi ini bagi timnya.

Baca juga: Atletico Melaju ke Semifinal Meski Tumbang, Upaya Heroik Barcelona Kandas

Atlético asuhan Simeone kini telah mencapai semifinal Liga Champions sebanyak empat kali, yaitu pada tahun 2014, 2016, 2017, dan 2026, dengan menyingkirkan Barça tiga kali dalam perjalanan tersebut.

"Mengalahkan Barça di perempat final Liga Champions bukanlah hal mudah," kata Simeone. "Kami pernah menghadapi Barça [Lionel] Messi, Barça Yamal, dan kami berhasil melakukannya."

"Sudah 14 tahun [di sini]," tambah Simeone. "Melihat tim ini berkompetisi masih membuat saya emosional. Para pemain telah berubah, kami telah memulai lagi berkali-kali, dan sekali lagi kami berada di antara empat tim terbaik di Eropa.

"Betapa senangnya bisa bermain di semifinal Liga Champions!"

Pujian untuk Griezmann

Atletico memulai laga dengan penuh tekanan setelah Lamine Yamal dan Ferran Torres mencetak dua gol cepat dalam 24 menit pertama untuk Barcelona, menyamakan agregat menjadi 2-2. Namun, ketenangan Los Colchoneros diuji dan terbukti tangguh. Gol dari Ademola Lookman di menit ke-31 menjadi penyelamat yang akhirnya menyegel tiket semifinal.

Namun Antoine Griezmann yang mendapatkan pujian dari Simeone, pemain yang akan meninggalkan Atlético untuk bergabung dengan Orlando City di MLS musim panas ini.

"Dia jenius," ujar Simeone. "Kita akan menyadari seiring waktu bahwa kita memiliki seorang jenius sepak bola di sini, seorang pemain yang membuat perbedaan, dengan pengalaman, dan kepribadian. Mari kita berharap Tuhan dan takdir memberinya apa yang dia cari di sisa waktunya bersama kita."

"Saya sangat senang," kata Griezmann kepada Movistar. "Kami melakukan dua kesalahan [untuk gol Barça] yang langsung harus dibayar mahal dalam pertandingan seperti ini. Saya kehilangan bola untuk gol kedua. Tetapi pada akhirnya, dengan dukungan penggemar dan kualitas kami, kami mampu mencetak gol.

"Kami tidak nyaman dengan bola, kami tidak memiliki ketenangan yang dibutuhkan untuk bermain. Tapi kami berada di semifinal. Tidak masalah siapa lawan kami."

Baca juga: Meledak Setelah Barcelona Disingkirkan Atletico, Raphinha: Ini Perampokan

Kembali ke Elit Eropa

Penantian sejak 2017 terasa sangat lama bagi klub yang sempat mencapai dua final dalam tiga tahun pada pertengahan dekade lalu. Dengan menyingkirkan Barcelona, Atletico membuktikan bahwa gaya sepak bola mereka yang penuh determinasi masih memiliki tempat di puncak piramida sepak bola.

Kartu merah Eric García di menit ke-79, setelah melanggar Alexander Sørloth dalam skema serangan balik, menjadi puncak frustrasi Barcelona yang gagal menembus tembok pertahanan yang dibangun Simeone dan dipimpin secara heroik oleh kiper Juan Musso.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!