Liverpool bergerak cepat untuk memulihkan identitas agresif mereka. Hanya berselang beberapa hari setelah pemecatan mengejutkan Arne Slot, manajemen The Reds dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip dengan mantan bos Bournemouth, Andoni Iraola, untuk menjadi kepala pelatih baru di Anfield.  

Negosiasi antara pelatih asal Spanyol berusia 43 tahun tersebut dan Direktur Olahraga Liverpool, Richard Hughes, dikabarkan berjalan cepat. Iraola setuju untuk menandatangani kontrak jangka pendek berdurasi dua tahun, sebuah kebijakan kontrak yang memang selalu menjadi preferensi sang manajer sepanjang karier kepelatihannya. Pihak klub menargetkan peresmian kesepakatan ini rampung sebelum kick-off Piala Dunia pada 11 Juni mendatang guna memberikan waktu persiapan pramusim yang maksimal.  

Koneksi Bournemouth dan Restorasi Identitas 

Langkah kilat Liverpool ini tidak lepas dari peran besar Richard Hughes. Sosok yang menunjuk Iraola di Bournemouth pada tahun 2023 tersebut memilih untuk tidak berspekulasi dengan nama-nama baru, melainkan langsung membidik figur yang sudah ia pahami betul karakter kerja dan filosofi taktisnya.

Baca juga: Slot Kirim Pesan Perpisahan, Sebut Tinggalkan Liverpool Sebagai Klub Elit Eropa

Keputusan mendepak Arne Slot pada hari Sabtu lalu dipicu oleh rasa frustrasi internal terkait penurunan intensitas permainan tim. Meski sempat mempersembahkan gelar Premier League di musim pertamanya, Slot dinilai gagal mempertahankan performa menyerang dan agresif yang menjadi jati diri Liverpool, hingga menyebabkan klub terlempar ke peringkat kelima pada musim 2025/26.  

Sebaliknya, Iraola baru saja menuntaskan musim yang legendaris bersama Bournemouth. Ia sukses membawa The Cherries finis di peringkat keenam, hanya terpaut tiga poin di bawah Liverpool, dan mengamankan tiket kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub lewat sepak bola vertikal, transisi kilat, dan pressing berintensitas tinggi. Gaya main inilah yang dinilai manajemen Liverpool sangat cocok untuk mengembalikan kejayaan publik Anfield.  

Perombakan Total di Melwood

Kehadiran Iraola dipastikan akan membawa gerbong staf kepelatihan yang baru ke Merseyside. Menurut laporan The Guardian, pelatih asal Basque tersebut ingin memboyong asisten pelatih Tommy Elphick dan Shaun Cooper, analis Tom Webber, serta pelatih fisik Pablo de la Torre.  

Langkah ini sekaligus menandai akhir dari era staf bawaan Arne Slot. Nama-nama seperti Sipke Hulshoff, Giovanni van Bronckhorst, dan Ruben Peeters dipastikan ikut angkat kaki dari pusat latihan Liverpool.  

Baca juga: Ibrahima Konaté Resmi Tinggalkan Liverpool dengan Status Bebas Transfer

Tantangan besar sudah mengadang Iraola bahkan sebelum musim baru dimulai. Situasi ruang ganti dikabarkan sedang bergejolak seiring konfirmasi kepergian Ibrahima Konaté ke Real Madrid dengan status bebas transfer setelah negosiasi perpanjangan kontraknya buntu, menyusul kepergian Mohamed Salah dan Andy Robertson.

Pro dan Kontra Taktis 'Heavy Metal'

Gaya bermain menekan tanpa kompromi milik Iraola langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola, salah satunya dari legenda hidup Liverpool, Jamie Carragher.  

"Jika Liverpool memilih Iraola daripada (Xabi) Alonso, itu sangat mengkhawatirkan bagi Liverpool," kata Carragher di The Overlap.

"Jika itu karena Alonso ingin bermain dengan formasi tiga bek, atau gaya bermainnya, itu wajar. Tapi saya tidak yakin Liverpool memiliki pemain yang mampu menghadapi permainan pressing tinggi ala Iraola."

Kendati memicu keraguan, manajemen raksasa Merseyside ini tampaknya sudah bulat dengan keputusan mereka. Alih-alih memilih jalan aman, FSG dan Richard Hughes memilih menyuntikkan kejutan taktis ke dalam skuad dengan harapan taktik heavy metal ala Andoni Iraola mampu mengembalikan taji Liverpool di papan atas sepak bola Inggris dan Eropa.  

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!