Enrique Tolak Label Favorit Meski Liverpool Sedang Terpuruk
Menjelang duel akbar leg pertama perempat final Liga Champions, pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, memilih untuk tetap membumi. Meski sang lawan, Liverpool, tengah didera krisis performa, Enrique menegaskan bahwa tidak ada istilah favorit dalam fase gugur kompetisi tertinggi Eropa.
Pernyataan ini muncul di tengah kontrasnya kondisi kedua tim. PSG, sang juara bertahan Eropa, tampil perkasa di puncak klasemen Ligue 1 dan baru saja menyingkirkan Chelsea dengan agregat telak 8-2. Sebaliknya, Liverpool asuhan Arne Slot tiba di Parc des Princes membawa luka setelah dibantai Manchester City 4-0 di ajang FA Cup dan terlempar dari persaingan gelar Premier League.
Belajar dari Masa Lalu
Enrique menggunakan sejarah pertemuan kedua tim musim lalu sebagai pengingat betapa cepatnya narasi sepak bola bisa berubah.
"Sulit untuk membicarakan Liverpool," kata Enrique. "Manajer Liverpool, Arne Slot, berbicara sangat baik tentang mereka.
Baca juga: Demi Persiapan PSG Lawan Liverpool, Ligue 1 Geser Laga Krusial Kontra Lens
"Menurut saya, mereka adalah tim yang sama sekaligus tim yang berbeda. Semua orang mencoba mencari tahu siapa favoritnya, tetapi dalam pertandingan seperti ini, itu tidak berarti apa-apa. Ini akan sulit bagi kedua tim.
"Menunjukkan bahwa kami masih berpeluang setiap tahun dan bermain melawan Liverpool selalu merupakan hal yang positif. Kami ingin mencapai semifinal; kami tahu betapa sulitnya itu, tetapi kami sangat termotivasi."
Musim lalu, PSG memang menyingkirkan The Reds lewat drama adu penalti di babak 16 besar, sebuah kemenangan yang menjadi batu loncatan bagi Les Parisiens untuk merengkuh trofi Liga Champions pertama mereka.
Waspadai Kebangkitan Liverpool
Walau Liverpool hanya memenangkan dua dari tujuh laga terakhir mereka, Enrique tetap memberikan respek tinggi terhadap skuad asal Merseyside tersebut.
Ia memuji kualitas individu pemain seperti Dominik Szoboszlai dan mewaspadai kembalinya striker Hugo Ekitike ke Paris, pemain yang kini tajam di Inggris setelah sulit mendapatkan menit bermain di era Messi, Neymar, dan Mbappe.
"Kami akan mencoba menguasai bola lebih banyak daripada Liverpool, tim yang sangat bagus dengan pemain berkualitas dan pelatih yang sangat bagus. Ini akan sulit. Di perempat final, ini tentu saja pertandingan spesial, karena hanya ada delapan tim,” tambahnya.
Baca juga: Ligue 1: Lens Tolak Mentah-Mentah Permintaan Penundaan Laga dari PSG
“Ketika Anda mulai terbiasa berada di level ini, itu luar biasa sebagai sebuah tim. Tentu saja positif untuk bisa menunjukkannya melawan Liverpool. Yang kami inginkan adalah lolos. Kami menyadari kesulitannya tetapi kami termotivasi. Kami ingin menikmati bermain di Parc."
Bagi Liverpool, laga ini adalah satu-satunya harapan tersisa untuk meraih trofi musim ini setelah tertinggal 21 poin dari Arsenal di liga. Namun, di bawah atmosfer Parc des Princes yang dipastikan membara, PSG yang dipimpin pemenang Ballon d'Or Ousmane Dembele siap membuktikan bahwa meski menolak label favorit, mereka tetaplah kekuatan utama yang sulit dibendung.