Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, melontarkan pernyataan berani menjelang laga leg pertama semifinal Liga Champions melawan Bayern Munich. Meski mengakui konsistensi raksasa Jerman tersebut, Enrique menegaskan bahwa sang juara bertahan tidak gentar dan tetap menganggap diri mereka sebagai tim terbaik di Eropa saat ini.  

Duel yang akan berlangsung di Parc des Princes pada Rabu dini hari WIB ini mempertemukan dua kekuatan ofensif paling menakutkan di benua biru. Dengan trofi Si Kuping Besar sebagai taruhannya, tensi sudah memanas bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan.  

Pujian untuk Bayern, Tapi PSG Tetap Pede 

Sebelum pertandingan, Enrique memberikan penghormatan kepada stabilitas yang ditunjukkan Bayern di bawah asuhan Vincent Kompany. Bayern datang dengan rekor impresif, hanya menelan dua kekalahan di semua kompetisi sepanjang musim ini.  

Baca juga: Kvaratskhelia Kunci Kemenangan Lawan Nantes, PSG Menjauh dari Kejaran Lens

"Ini bukan hanya tentang statistik menyerang, tetapi jika Anda melihat statistik bertahan juga, ini adalah tim-tim terbaik di Eropa," kata Enrique.

"Arsenal juga telah melakukan pekerjaan luar biasa musim ini, dalam hal konsistensi. Bayern sedikit lebih unggul dari kami karena mereka hanya kalah dua pertandingan.” 

Namun, Enrique segera menyusul pujian tersebut dengan klaim yang menyebutnya sebagai tim terbaik di Eropa saat ini.

“Tetapi jika kita berbicara tentang apa yang telah kami tunjukkan sebagai sebuah tim, kami berada di posisi teratas,” tambah Enrique.

"Dan tidak ada tim yang lebih baik dari kami. Saya mengatakan ini setelah kami tidak finis di delapan besar di fase liga bahwa saya tidak melihat tim mana pun yang lebih baik dari kami."

Duel Dua Filosofi Menyerang

Statistik mendukung optimisme Enrique. PSG melangkah ke semifinal dengan catatan produktivitas luar biasa, mencetak 38 gol sepanjang musim, jumlah yang sama dengan Bayern Munich. 

Namun skuad asuhan Vincent Kompany tersebut memainkan dua laga lebih sedikit karena tidak perlu lolos ke babak 16 besar melalui babak playoff.

Baca juga: Endrick dan Moreira Bungkam Parc des Princes, PSG Terpeleset di Tangan Lyon

Luis Enrique menekankan bahwa kunci untuk menjinakkan Bayern bukan dengan bertahan, melainkan dengan serangan yang lebih intens.

"Kami memenangkan Liga Champions musim lalu dengan (bek sayap) Achraf Hakimi dan Nuno Mendes melakukan apa yang biasa mereka lakukan," tegasnya.

"Tentu saja mereka juga harus bertahan, tetapi kami tahu bahwa mereka harus lebih banyak menyerang daripada bertahan jika kami ingin menang.

"Kami tahu betapa sulitnya dan kami harus tahu bagaimana bertahan dengan baik."

Kesiapan Skuat

PSG dipastikan tampil hampir dengan kekuatan penuh. Kecuali pemain muda Quentin Ndjantou yang masih dibekap cedera, seluruh penggawa utama Les Parisiens siap tempur. 

Nama-nama seperti Achraf Hakimi, Lucas Hernández, Fabián Ruiz dan Vitinha sudah kembali dan diharapkan menjadi motor penggerak untuk meredam agresivitas sayap Bayern.  

Di kubu lawan, Bayern Munich diperkirakan akan mengandalkan ketajaman Harry Kane dan kecepatan Luis Diaz untuk mencuri gol tandang yang krusial sebelum laga leg kedua di Allianz Arena pekan depan.

Pertemuan terakhir kedua tim di fase liga musim ini berakhir dengan kemenangan tipis 2-1 untuk Bayern Munich di Paris. Akankah Luis Enrique berhasil membuktikan kata-katanya dan membalas dendam di panggung yang lebih besar?

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!