Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi membuka penyelidikan disipliner terhadap penyerang sayap Chelsea, Pedro Neto, menyusul insiden yang melibatkan seorang anak gawang dalam kekalahan telak 2-5 The Blues dari Paris Saint-Germain di ajang Liga Champions.

Insiden tersebut terjadi di penghujung laga saat Chelsea sedang mengalami kehancuran mental yang luar biasa, ketika gawang Filip Jorgensen dibombardir lima kali oleh lini serang PSG, memicu frustrasi yang meluap dari para pemain klub asal London Barat tersebut.

Frustrasi yang Berujung Pelanggaran

Dalam rekaman pertandingan yang kini tengah ditinjau oleh komisi disiplin UEFA, Neto terlihat mendorong seorang pemungut bola di pinggir lapangan Parc des Princes. 

Baca juga: Bela Jorgensen Usai Blunder Lawan PSG, Rosenior: Semua Orang Punya Kesalahan

Pemain asal Portugal tersebut tampak kesal karena merasa anak gawang tersebut sengaja mengulur waktu saat bola keluar lapangan, di saat Chelsea tengah berupaya mengejar defisit gol yang mustahil.

Tindakan Neto tersebut memicu kericuhan kecil di pinggir lapangan dan menambah suasana kacau di akhir laga. Wasit memang tidak memberikan kartu merah langsung di lokasi kejadian, namun laporan dari delegasi pertandingan UEFA memastikan bahwa tindakan tersebut masuk dalam kategori "perilaku tidak".

Neto Minta Maaf

Sadar akan kesalahannya, Neto segera menemui korban dan memberikan jersey nomor 7 miliknya sebagai bentuk penyesalan. Berbicara kepada TNT Sports usai laga, ia menegaskan bahwa tindakan tersebut murni karena emosi sesaat.

"Saya ingin mengatakan, atas kejadian di lapangan, saya ingin meminta maaf kepada anak gawang. Saya sudah berbicara dengannya. Karena emosi pertandingan, kami sedang kalah, saya ingin mengambil bola,” kata Neto.

"Dia memegang bola dan saya sedikit mendorongnya. Saya bukan tipe orang seperti itu, saat emosi sedang meluap. Saya pergi ke sana untuk meminta maaf. Saya memberinya baju saya karena hal itu tidak boleh terjadi, jadi saya benar-benar menyesalinya, dan saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa saya benar-benar menyesalinya."

Baca juga: Neto Minta Maaf Usai Dorong Anak Gawang Saat Chelsea Kalah 5-2 dari PSG

Melengkapi Malam Kelam Chelsea

Insiden Neto seolah merangkum malam yang benar-benar hancur bagi Chelsea. Kekalahan 2-5 tersebut tidak hanya mengekspos rapuhnya lini pertahanan mereka, tetapi juga menunjukkan keretakan dalam kedisiplinan pemain di bawah tekanan tinggi.

Kehilangan Neto untuk laga-laga mendatang akan semakin menipiskan opsi Rosenior di sektor sayap, terutama dengan jadwal padat yang tengah dihadapi klub dalam upaya mereka menembus kembali zona empat besar di Premier League.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!