Manajer Real Madrid, José Mourinho, menyebut kemenangan 2-1 timnya atas sang mantan klub, Inter Milan, dalam laga pembuka Liga Champions di Santiago Bernabéu sebagai pertandingan yang "gila". 

Juru taktik asal Portugal tersebut juga melontarkan kalimat khasnya mengenai alasan Presiden Florentino Pérez membawanya kembali ke ibu kota Spanyol: jika situasi sedang sulit, orang akan memanggil dirinya.  

Los Blancos mengamankan tiga poin krusial lewat gol dari Kylian Mbappé dan Federico Valverde, meskipun Inter sempat membalas melalui Carlos Augusto. Hasil ini sekaligus menjadi ajang kebangkitan bagi Real Madrid usai menelan kekalahan di ajang La Liga akhir pekan lalu.  

Drama Menegangkan di Santiago Bernabéu

Mourinho mengaku puas dengan raihan tiga poin penuh, namun secara terbuka menilai bahwa dinamika permainan di lapangan terasa sangat liar dan sulit dikendalikan secara taktis. 

Ketiadaan beberapa pemain kunci akibat sanksi dan cedera memaksa Madrid berjuang ekstra keras menahan gempuran wakil Italia tersebut.

“Saya menyukai hasilnya—tiga poin di laga pembuka melawan tim yang sangat kuat—namun pertandingan ini spektakuler bagi siapa pun yang menyaksikannya dari rumah, hanya saja tidak bagi saya atau Cristian Chivu,” kata Mourinho.

Baca juga: Real Madrid 2-1 Inter Milan: Mbappe dan Valverde Manfaatkan Dua Blunder Nerazzurri

“Pertandingan ini gila. Skornya bisa saja 5-0 untuk kami, atau 5-5, 7-6, bahkan 5-6; sebuah laga dengan begitu banyak peluang. Inter itu tim yang kuat; sulit bagi lini tengah kami untuk meredam mereka saat kami bermain lebih bertahan, namun kami sebenarnya bisa saja mengunci kemenangan saat unggul 3-0 sebelum turun minum.

“Kami sempat memiliki peluang lain lewat Bellingham, sementara Inter juga bisa saja mencetak beberapa gol. Pertandingan tetap terbuka hingga akhir; sungguh laga sepak bola yang gila.”

Sentilan Khas 'The Special One' dan Reuni di Roma

Ketika ditanya oleh awak media mengenai alasan di balik keputusan Florentino Pérez untuk kembali mempercayakan kursi kepelatihan Real Madrid kepadanya di tengah krisis badai cedera dan tantangan skuad, Mourinho menjawab dengan retorika percaya diri yang menjadi ciri khasnya.  

"Karena situasinya memang sedang sulit. Jika tugasnya mudah, itu bukan untuk saya. Jika situasinya sulit, baru Anda memanggil Jose," tegas Mourinho.  

Kemenangan ini menjadi modal berharga sebelum Los Blancos bersiap melakoni laga tandang emosional berikutnya di panggung Eropa. 

Baca juga: Mourinho Tak Acuh Soal Tekanan Bawa Real Madrid Juara Liga Champions

Mourinho dijadwalkan bakal kembali ke Stadio Olimpico untuk berhadapan dengan mantan klub asuhannya yang lain, AS Roma. Pelatih berusia 63 tahun itu mengakui bahwa kepulangannya ke Roma akan menghadirkan ikatan emosional tersendiri, namun menegaskan bahwa ia akan fokus penuh membawa Real Madrid meraih hasil maksimal begitu peluit kick-off dibunyikan.  

"Musim lalu itu Chelsea dan satu lagi mantan klub saya; hal seperti itu memang bisa terjadi,” ungkap Mourinho.

“Saya tidak bisa memungkiri, Roma adalah Roma, itu akan menjadi pengalaman pertama saya kembali ke sana. Tentu saja suasananya akan emosional, tetapi hanya sebelum dan sesudah pertandingan; saat pertandingan berlangsung, fokus saya sepenuhnya menonton pada laga itu."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!