Kritik Fans Liverpool, Szoboszlai Minta Fans Bertahan Hingga Peluit Akhir
Gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai, mengirimkan pesan terbuka yang jujur sekaligus menantang kepada para pendukung setia di Anfield. Pemain asal Hungaria tersebut mengaku terganggu dengan tren suporter yang meninggalkan stadion lebih awal, terutama saat tim sangat membutuhkan dukungan moral di menit-menit krusial.
Kekecewaan ini memuncak setelah hasil imbang 1-1 yang mengecewakan melawan Tottenham Hotspur pada Minggu lalu. Meskipun sorakan ejekan terdengar di akhir laga, Szoboszlai justru lebih menyoroti pemandangan ribuan kursi kosong yang terlihat bahkan sebelum Richarlison mencetak gol penyeimbang bagi Spurs di masa injury time.
"Tetaplah Bersama Kami"
Szoboszlai tidak menahan diri saat ditanya mengenai atmosfer di Anfield belakangan ini.
Hasil tersebut menempatkan Liverpool di posisi kelima Premier League dengan performa kandang yang mengkhawatirkan. Mereka telah imbang empat kali dan kalah tiga kali dari 15 pertandingan liga di Anfield.
Baca juga: Liverpool 1-1 Spurs: Gol Menit Akhir Richarlison Paksa Hasil Imbang
Malam yang krusial menanti mereka di sana pada tengah pekan, saat mereka berupaya membalikkan defisit satu gol melawan Galatasaray di Liga Champions.
“Beberapa minggu lalu, kami sempat berbicara satu sama lain dan berkata: ‘Teman-teman, kita tidak punya banyak waktu untuk melakukan ini dengan benar, jadi kita harus bangun dan mulai bergerak ke arah yang kita inginkan untuk bermain di Liga Champions musim depan,’” kata Szoboszlai.
“Kita akan menghadapi Galatasaray pada hari Rabu dan itu akan menjadi pertandingan yang sulit karena kita merasakannya di sana.
“Saya rasa tidak membantu jika setelah 80 menit orang-orang mulai pulang; itu sama sekali tidak membantu kita. Tetaplah bersama kami. Semua orang memperhatikan itu dan ketika kita kebobolan, orang-orang masih meninggalkan stadion – Anda tidak pergi ketika kita mencetak gol. Saya mengerti rasa frustrasinya, tetapi kita membutuhkan mereka, kita membutuhkan semua orang.”
Efek Richarlison dan Keheningan Anfield
Liverpool tampak akan mengamankan tiga poin penting dalam perburuan zona Liga Champions musim depan sebelum Richarlison membungkam publik tuan rumah di menit ke-92.
Szoboszlai mencatat bahwa atmosfer stadion terasa hampa sesaat sebelum gol tersebut terjadi karena banyaknya penonton yang sudah meninggalkan area tribun.
“Sudah sewajarnya jika di masa-masa sulit kita lebih bersatu karena itulah yang kita butuhkan: kita saling membutuhkan,” ujar Szoboszlai.
Baca juga: Singa Taklukkan The Reds: Tandukan Lemina Bungkam Liverpool di Istanbul
“Kami ingin membuat mereka bahagia; bukan berarti kami melakukannya dengan sengaja. Kami ingin membuat diri kami bahagia, membuat semua pendukung Liverpool bahagia, tetapi kami membutuhkan mereka.
“Tahun lalu tentu saja menyenangkan menonton semua pertandingan, tetapi tahun ini mungkin tidak begitu menyenangkan. Tetapi tetap dukung kami juga ketika kami berada di masa-masa sulit.”
Dampak di Papan Klasemen
Hasil imbang ini menjadi pukulan telak bagi ambisi The Reds untuk kembali ke Liga Champions. Liverpool kini tertahan di posisi kelima klasemen Premier League, tertinggal dua poin dari Aston Villa di posisi keempat.
Kegagalan mempertahankan keunggulan telah menjadi penyakit kronis bagi skuad asuhan Arne Slot musim ini. Liverpool tercatat telah kebobolan delapan gol di menit ke-90 atau lebih, jumlah terbanyak dalam satu musim sepanjang sejarah klub di Premier League. Kekalahan telak di menit-menit akhir sebelumnya melawan Wolves, Man City, dan Bournemouth telah menguras poin-poin krusial mereka.