Di tengah suhu dingin yang menusuk dan lapangan sintetis Aspmyra Stadion, Juventus akhirnya merengkuh kemenangan pertama mereka di Fase Liga UEFA Champions League 2025-26, namun harus melalui drama lima gol yang mendebarkan. Pasukan Luciano Spalletti menunjukkan mental baja untuk membalikkan ketertinggalan dan kemudian mencetak gol penentu di injury time, menundukkan tuan rumah Bodo/Glimt dengan skor ketat 3-2 pada Rabu dini hari (26/11) WIB.

Kemenangan ini terasa sangat vital, mengangkat moral La Vecchia Signora yang sebelumnya tercecer di papan tengah klasemen sementara, berbekal tiga kali imbang dan sekali kalah. Tiga poin penuh ini membuat Juventus melompat naik ke posisi ke-21 dengan enam poin, menghidupkan kembali harapan mereka untuk lolos ke babak play-off atau bahkan 16 besar.

Kejutan di Babak Pertama

Seperti yang sudah diwaspadai oleh Spalletti sebelumnya, Bodo/Glimt memulai pertandingan dengan agresif, memanfaatkan kondisi lapangan dan suhu yang mereka kenal baik.

Meskipun Juventus, yang dipimpin oleh Francisco Conceicao dan Vasilije Adzic, sempat mengancam, justru tuan rumah yang memecah kebuntuan. Pada menit ke-27, Ole Blomberg berhasil memanfaatkan umpan sundulan dari Kasper Høgh setelah situasi sepak pojok, melepaskan tembakan jarak dekat yang tak mampu dihalau kiper Mattia Perin.

Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, diiringi rasa frustrasi di kubu Juventus yang kesulitan membongkar pertahanan Bodo/Glimt.

Baca juga: Spalletti Sebut Lapangan Sintetis dan Suhu Dingin Jadi Tantangan Juventus Lawan Bodo/Glimt

Kebangkitan Setelah Jeda

Spalletti melakukan perubahan krusial di babak kedua dengan memasukkan gelandang muda Turki, Kenan Yildiz, dan dampaknya terasa instan.

Tiga menit setelah kick-off babak kedua, Yildiz menjadi arsitek gol penyeimbang. Pergerakannya yang lincah menghasilkan bola liar yang langsung disambar oleh Lois Openda untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum sepenuhnya menjadi milik Juventus. Pada menit ke-59, comeback itu sempurna. Lagi-lagi dari assist terukur, kali ini dari Fabio Miretti, Weston McKennie melompat tinggi dan melepaskan sundulan akurat yang menjebol gawang Nikita Haikin. Kedudukan berbalik 2-1 untuk Bianconeri.

Baca juga: Cambiaso Incar Kemenangan Pertama Bersama Juventus

Drama Menit-Menit Akhir

Namun, Bodo/Glimt bukanlah tim yang mudah menyerah. Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kemenangan tandang tipis, drama dimulai di lima menit terakhir.

Pada menit ke-87, wasit menunjuk titik putih setelah bek Juventus, Juan Cabal, melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Sondre Fet yang maju sebagai algojo berhasil menjalankan tugasnya dengan tenang, menyamakan skor menjadi 2-2. Sorak sorai Aspmyra seolah membuyarkan kemenangan perdana Juventus.

Tetapi, sepak bola selalu menyimpan kejutan hingga peluit akhir. Di masa injury time (90+1'), Juventus melancarkan serangan terakhir. Berawal dari penetrasi lincah Yildiz yang tendangannya ditepis Haikin, bola liar langsung disambar oleh supersub Jonathan David. Penyerang asal Kanada itu dengan dingin menembakkan bola ke gawang, memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Juventus.

Kemenangan ini bukan hanya sekadar tiga poin, tetapi juga suntikan semangat yang sangat dibutuhkan bagi Nyonya Tua setelah menjalani awal Liga Champions yang sulit. Bodo/Glimt harus gigit jari, tetap berada di posisi ke-31 dengan hanya dua poin, meskipun telah memberikan perlawanan yang heroik.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!