Dalam malam yang penuh dengan intensitas atmosfer dan kebuntuan taktis, Atlético Madrid harus menerima kenyataan pahit dalam upaya mereka mengejar tiket otomatis ke babak 16 besar Liga Champions. Bertandang ke RAMS Park yang riuh, tim asuhan Diego Simeone hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah Galatasaray.

Pertandingan ini diwarnai oleh dua gol cepat di dua puluh menit pertama, namun setelahnya laga berubah menjadi pertarungan fisik yang membuat posisi Atleti di klasemen fase liga kini berada dalam tekanan.

Simeone Muda Bungkam Istanbul

Pertandingan baru saja dimulai saat Atlético Madrid mengejutkan publik tuan rumah pada menit ke-4. Giuliano Simeone, yang terus membuktikan diri sebagai andalan baru bagi ayahnya di lini depan, melompat paling tinggi untuk menyambut umpan silang akurat dari Matteo Ruggeri. 

Sundulannya yang terukur melewati kiper Ugurcan Cakir, memberikan situasi sempurna bagi tim tamu untuk menerapkan pertahanan gerendel khas mereka.

Baca juga: Sorloth Jadi Pahlawan, Atletico Madrid Menang Tipis 1-0 atas Alaves

Selama dua puluh menit awal, Atleti tampak memegang kendali. Mereka berhasil memutus aliran bola menuju Victor Osimhen dan Leroy Sané. Namun, ketidakpastian Liga Champions muncul dengan cara yang paling tidak diinginkan bagi wakil Spanyol tersebut.

Nasib Sial Marcos Llorente

Galatasaray, yang dimotori oleh kerja keras Lucas Torreira dan Mario Lemina di lini tengah, mulai menemukan celah di sektor sayap. 

Pada menit ke-20, usai menerima umpan dari Sane, Roland Sallai melepaskan umpan silang mendatar yang berbahaya ke area penalti. Marcos Llorente, yang mencoba mundur untuk menghalau bahaya, justru secara tidak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri.

Gol bunuh diri tersebut memicu gemuruh luar biasa di Istanbul sekaligus menjadi catatan pahit bagi Jan Oblak, yang sebenarnya tengah merayakan penampilan ke-100 di kompetisi ini. 

Gol penyama kedudukan itu memberi energi tambahan bagi sang juara Turki, bahkan Baris Yilmaz hampir membalikkan keadaan sebelum turun minum jika sepakannya tidak melambung di atas mistar.

Heroisme Cakir Gagalkan Gol Kemenangan

Di babak kedua, Diego Simeone mencoba mengubah arah permainan dengan memasukkan Antoine Griezmann dan mengeluarkan Alexander Sørloth. 

Perubahan taktik ini hampir membuahkan hasil seketika saat upaya David Hancko yang mengarah ke gawang berhasil disapu dengan heroik tepat di garis gawang oleh Abdülkerim Bardakcı.

Baca juga: Hattrick Osimhen Hancurkan Ajax, Galatasaray Menang Telak 3-0

Menjelang akhir laga, tekanan Los Colchoneros semakin meningkat. Griezmann nyaris menjadi pahlawan melalui eksekusi tendangan bebas melengkung khasnya, namun Ugurcan Cakir melakukan penyelamatan gemilang dengan ujung jarinya untuk menjaga skor tetap imbang hingga peluit panjang berbunyi.

Ketat di Kasemen

Hasil imbang ini menempatkan Atlético Madrid di posisi ke-12 dengan raihan 13 poin. Meski masih dalam persaingan untuk finis di posisi delapan besar, mereka kini tidak lagi memegang kendali penuh atas nasib sendiri dan kemungkinan besar wajib menang meyakinkan atas Bodo/Glimt di laga terakhir untuk menghindari babak playoff.

Di sisi lain, Galatasaray kini mengoleksi 10 poin. Berada di peringkat ke-17, tim asuhan Okan Buruk telah mengamankan fondasi kuat untuk melaju ke babak knockout playoff, meskipun mereka harus menghadapi ujian berat di laga pamungkas bertandang ke markas Manchester City.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!