Emosi dan drama menyelimuti BayArena pada Kamis dini hari saat Arsenal memaksakan hasil imbang 1-1 melawan Bayer Leverkusen dalam laga leg pertama babak 16 besar UEFA Champions League 2025-26. Gol penalti di menit-menit akhir dari mantan bintang pujaan publik Leverkusen, Kai Havertz, membatalkan keunggulan tuan rumah dan memastikan kedua tim berangkat ke London dengan posisi seimbang.

Pertandingan ini bukan hanya soal taktik, tapi juga tentang kembalinya anak hilang dan pembuktian ketangguhan mental di bawah tekanan atmosfer Eropa yang mencekam.

Kebuntuan dan Tiang Gawang

Arsenal memulai laga dengan inisiatif menyerang. Pasukan Mikel Arteta hampir saja membungkam pendukung tuan rumah di menit ke-19 melalui Gabriel Martinelli. 

Setelah menerima umpan matang di dalam kotak penalti, pemain asal Brasil itu melepaskan tendangan keras yang sayangnya hanya membentur mistar gawang.

Baca juga: Arteta Desak Arsenal Belajar dari Pengalaman Musim Lalu Saat Hadapi Leverkusen

Leverkusen, di bawah asuhan pelatih interim Kasper Hjulmand, merespons dengan pertahanan yang kompak dan serangan balik kilat. 

Christian Kofane, penyerang muda berusia 19 tahun, beberapa kali merepotkan William Saliba dan Gabriel Magalhães, namun penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat babak pertama berakhir tanpa gol.

Kejutan di Awal Paruh Kedua

Hanya satu menit setelah babak kedua dimulai, BayArena meledak. Leverkusen memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Arsenal dalam situasi bola mati. Berawal dari tendangan sudut yang presisi, kapten Robert Andrich memenangkan duel udara dan menyundul bola dengan telak ke pojok gawang David Raya.

Gol di menit ke-46 tersebut mengubah total dinamika permainan. Arsenal yang tertinggal mencoba merespons dengan memasukkan Noni Madueke dan Kai Havertz untuk menambah daya dobrak. 

Namun, disiplinnya lini belakang Leverkusen yang dipimpin oleh Edmond Tapsoba membuat upaya The Gunners seolah membentur tembok kokoh.

Penalti Kai Havertz

Saat laga tampaknya akan menjadi milik Leverkusen, drama terjadi di menit ke-88, ketika Madueke dijatuhkan oleh Malik Tillman di dalam kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih untuk Arsenal.

Kai Havertz, yang kembali ke stadion tempat ia memulai karier profesionalnya, maju sebagai eksekutor. Di bawah tekanan siulan ribuan suporter, Havertz menunjukkan ketenangan luar biasa dengan menendang bola ke arah yang salah dari kiper Janis Blaswich. 

Baca juga: Havertz Jadikan Trauma Cedera Sebagai Bahan Bakar Arsenal Kejar Trofi

Sesuai janjinya, pemain timnas Jerman itu tidak melakukan selebrasi berlebihan sebagai bentuk penghormatan kepada mantan klubnya.

Prediksi Menuju Emirates

Hasil imbang 1-1 ini memberikan keuntungan psikologis bagi Arsenal, yang akan menjamu Leverkusen di Emirates Stadium pada 18 Maret mendatang. 

Dengan tidak adanya aturan gol tandang, segalanya masih mungkin terjadi, namun dukungan publik London akan menjadi faktor krusial bagi misi Arteta menembus perempat final.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!