Malam bersejarah bagi Pep Guardiola di laga ke-100 nya sebagai pelatih Manchester City di Liga Champions justru berakhir dengan pahit. Juara Liga Champions 2023 itu menelan kekalahan perdana mereka di Fase Liga UEFA Champions League 2025-26, takluk 0-2 dari tim Bundesliga yang disiplin dan klinis, Bayer Leverkusen, di Stadion Etihad, Rabu dini hari (26/11) WIB.

Keputusan Guardiola untuk melakukan sepuluh perubahan besar-besaran pada starting XI dari skuad yang bertanding akhir pekan lalu terbukti menjadi bumerang. City tampil tanpa intensitas dan kohesi, kesulitan membongkar organisasi pertahanan Leverkusen yang solid, dan rentan terhadap serangan balik cepat.

Kekalahan ini membuat City, yang sebelumnya tak terkalahkan, merosot ke posisi keenam klasemen Fase Liga dengan 10 poin. Sementara itu, Bayer Leverkusen, di bawah arahan Kasper Hjulmand, merayakan kemenangan krusial yang melambungkan mereka ke posisi ke-13 dengan delapan poin, menghidupkan peluang mereka untuk merebut tempat di Babak Knockout Play-off.

Grimaldo Buka Keunggulan

City, meskipun dirotasi, sebenarnya sempat mengancam di awal laga. Nathan Aké hampir membuka keunggulan dari situasi sepak pojok, memaksa kiper Leverkusen, Mark Flekken, melakukan penyelamatan cepat.

Namun, Leverkusen tidak datang ke Manchester hanya untuk bertahan. Mereka mengandalkan transisi cepat, dan di menit ke-23, taktik itu membuahkan hasil. 

Baca juga: Patrik Schick Jadi Supersub Saat Bawa Leverkusen Menang 1-0 atas Benfica

Serangan balik yang dibangun apik diakhiri dengan umpan silang mendatar dari Ibrahim Maza. Bola yang sempat disentuh Christian Kofane, jatuh ke kaki bek sayap andalan mereka, Alejandro Grimaldo. Tanpa membuang waktu, Grimaldo melepaskan tembakan kaki kiri akurat dari luar kotak penalti yang menembus sudut bawah gawang James Trafford. 1-0 untuk Leverkusen.

City berusaha merespons, dengan Tijjani Reijnders dan Oscar Bobb mendapatkan peluang emas menjelang jeda, namun Flekken tampil gemilang untuk menjaga keunggulan tim tamu.

Pergantian Pemain yang Terlambat

Menyadari penampilan babak pertama yang lesu, Guardiola melakukan tiga pergantian pemain di awal babak kedua, memasukkan Phil Foden, Jeremy Doku, dan Nico O'Reilly. Namun, pergantian ini belum sempat memberikan dampak positif.

Hanya sembilan menit setelah kick-off babak kedua, Leverkusen menggandakan keunggulan. Lagi-lagi dari skema serangan cepat, umpan silang Ibrahim Maza kembali menemui sasaran. Kali ini, striker Republik Ceko, Patrik Schick, lolos dari kawalan Nathan Aké dan menanduk bola dengan presisi tinggi ke gawang City. 2-0 untuk Bayer Leverkusen.

Tertinggal dua gol, Guardiola akhirnya memasukkan amunisi utama, Erling Haaland dan Rayan Cherki. Kehadiran Haaland langsung memberikan energi baru. Penyerang Norwegia itu sempat mendapatkan dua peluang beruntun, tendangannya berhasil dimentahkan Flekken dalam situasi one-on-one dan sundulannya melebar, tetapi Mark Flekken terus menjadi tembok kokoh yang membuat frustrasi lini serang The Citizens hingga peluit akhir.

Baca juga: Gvardiol Berharap Keberuntungan Temani Man City Menuju Fase Gugur UCL

Kekalahan ini, yang juga merupakan kekalahan kandang pertama City di Liga Champions musim ini, telah memicu pertanyaan tentang keputusan rotasi Guardiola dalam pertandingan krusial, apalagi mereka yang hanya akan menghadapi tim promosi Leeds United pada akhir pekan di Premier League

Kekalahan ini memastikan City tidak bisa lagi mengamankan posisi teratas klasemen Fase Liga minggu ini, dan menempatkan tekanan besar pada pertandingan mereka berikutnya, tandang ke Real Madrid.

Pep Guardiola setelah laga mengakui, "Terlalu banyak perubahan. Saya bertanggung jawab penuh. Saya bertanggung jawab penuh. Kami melewatkan sesuatu. Kami melewatkan kesempatan luar biasa dan sekarang kami harus berjuang di pertandingan berikutnya."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!