Sejak bergulir dalam format modern pada 1992, UEFA Champions League telah menjadi ajang paling bergengsi di level klub dunia. Di balik gemerlap para superstar seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, ada kisah-kisah luar biasa dari remaja-remaja berbakat yang menembus panggung terbesar Eropa di usia yang bahkan belum genap 17 tahun.

Mereka datang dari berbagai akademi ternama, membawa semangat muda dan tekad untuk membuktikan diri di antara para raksasa. Setiap debut mereka bukan sekadar catatan statistik, tetapi simbol dari keberanian klub dalam memberi kesempatan kepada generasi penerus sepak bola dunia.

Max Dowman: Rekor Baru dari Arsenal

Catatan terbaru datang dari Max Dowman, pemain muda Arsenal, yang menorehkan sejarah sebagai pemain termuda sepanjang masa dalam sejarah Liga Champions. Gelandang kelahiran 2009 itu tampil dalam laga melawan Slavia Praha pada 4 November 2025, saat usianya baru 15 tahun 308 hari.

Dowman, yang merupakan lulusan akademi Hale End, menjadi bukti nyata komitmen Arsenal dalam memberi kepercayaan kepada pemain muda. Dengan visi permainan dan ketenangan di lapangan, ia langsung menarik perhatian publik sepak bola Eropa, bahkan sebelum mendapatkan SIM!

Baca juga: Arteta Puji Dowman usai Cetak Rekor Sebagai Pemain Termuda UCL

Dari Babayaro hingga Moukoko

Sebelum Dowman, dunia mengenal Youssoufa Moukoko dari Borussia Dortmund, yang sempat memegang rekor pemain termuda. Ia melakukan debut Liga Champions pada 8 Desember 2020 melawan Zenit St. Petersburg dalam usia 16 tahun 18 hari. Striker asal Jerman berdarah Kamerun itu langsung mencuri perhatian berkat insting gol dan mentalitas dewasa di usia muda.

Namun, jauh sebelum Moukoko, ada nama Celestine Babayaro, bek asal Nigeria yang debut untuk Anderlecht pada 23 November 1994 di usia 16 tahun 86 hari. Sayangnya, laga debut itu juga membuatnya memegang rekor ganda — sebagai pemain termuda sekaligus pemain termuda yang menerima kartu merah di Liga Champions.

Lamine Yamal & Rayan Cherki

Musim 2023/24 menambah satu nama istimewa dalam daftar: Lamine Yamal dari Barcelona. Ia tampil untuk pertama kalinya di usia 16 tahun 68 hari melawan Royal Antwerp pada 19 September 2023. Dengan kemampuan teknis luar biasa dan kedewasaan bermain, Yamal disebut-sebut sebagai penerus Lionel Messi di Camp Nou.

Sementara itu, Rayan Cherki dari Lyon juga masuk dalam daftar elite tersebut. Ia menjalani debut Liga Champions pada usia 16 tahun 102 hari melawan Zenit St. Petersburg pada 2019, menunjukkan kualitas permainan yang matang dan kreativitas tinggi untuk ukuran pemain muda.

Baca juga: Pemain Termuda di Piala Dunia

Daftar Pemain Termuda dalam Sejarah Liga Champions

1. Max Dowman: 15 tahun, 308 hari (Arsenal vs Slavia Prague – 4 Nov 2025)

2. Youssoufa Moukoko: 16 tahun, 18 hari (Borussia Dortmund vs Zenit St Petersburg – 8 Des 2020)

3. Lamine Yamal: 16 tahun, 68 hari (Barcelona vs Antwerp – 19 Sep 2023)

4. Celestine Babayaro: 16 tahun, 86 hari (Anderlecht vs FCSB – 23 Nov 1994)

5. Rayan Cherki: 16 tahun, 102 hari (Lyon vs Zenit St Petersburg – 27 Nov 2019)

6. Alen Halilovic: 16 tahun, 128 hari (Dinamo Zagreb vs PSG – 24 Okt 2012)

7. Youri Tielemans: 16 tahun, 148 hari (Anderlecht vs Olympiakos – 2 Okt 2013)

8. Francesco Camarda: 16 tahun, 226 hari (Milan vs Club Brugge – 22 Okt 2024)

9. Warren Zaïre-Emery: 16 tahun, 231 hari (PSG vs Maccabi Haifa – 25 Okt 2022)

10 Charalampos Mavrias: 16 tahun, 241 hari (Panathinaikos vs Rubin Kazan – 20 Okt 2010)

Perjalanan Masih Panjang

Meskipun debut di Liga Champions merupakan tonggak sejarah yang mendebarkan, sejarah daftar "Pemain Termuda" ini merupakan perpaduan antara karier gemilang dan kisah peringatan. Mantan pemegang rekor, Celestine Babayaro, secara kontroversial memegang rekor lain sebagai pemain termuda yang pernah dikeluarkan dari lapangan di kompetisi tersebut, hanya 37 menit setelah debutnya. Demikian pula, meskipun Lamine Yamal terus bersinar di Barcelona, ​​jalan bagi para pemain berbakat lainnya, seperti Alen Halilović, tidaklah mudah.

Bagi Max Dowman, rekor ini hanyalah pijakan pertama dari apa tangga karier yang panjang dan menanjak. Pertanyaannya sekarang adalah apakah pemain yang disebut “Next Kaká”, mampu menghadapi tekanan dan ekspektasi besar yang datang dengan debut di Liga Champions bahkan sebelum ia cukup umur untuk mengemudi. Semua mata kini tertuju pada pemain muda Inggris ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!