Real Madrid resmi mengumumkan bahwa mereka telah berpisah dengan kepala pelatih Álvaro Arbeloa setelah mencapai kesepakatan bersama pada Selasa sore waktu setempat. Keputusan krusial ini diambil manajemen hanya berselang 48 jam setelah Florentino Pérez kembali terpilih sebagai presiden klub, sekaligus mengakhiri lima bulan masa bakti Arbeloa yang penuh gejolak di Santiago Bernabéu.

Arbeloa gagal menyelamatkan musim Los Blancos setelah ditunjuk menggantikan Xabi Alonso pada Januari lalu. Finis di peringkat kedua La Liga di belakang Barcelona serta tersingkir secara menyakitkan di perempat final Liga Champions oleh Bayern Munich membuat nasib mantan bek Madrid tersebut sudah lama berada di ujung tanduk.

Salam Perpisahan Madrid

Meskipun berakhir tanpa trofi, manajemen Real Madrid tetap menjaga elegansi dalam rilis resminya, mengedepankan status Arbeloa sebagai legenda hidup dan produk asli akademi klub.

Baca juga: Dinasti Florentino Perez Berlanjut di Real Madrid Usai Menang Pemilu Historis

“Real Madrid C. F. dan Álvaro Arbeloa telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama,” tulis Madrid.

“Real Madrid sangat berterima kasih kepada Álvaro Arbeloa, yang sepanjang kariernya di klub, sejak bergabung dengan akademi kami, selalu menunjukkan loyalitas, komitmen, dan profesionalisme. Kepribadiannya adalah contoh nyata dari nilai-nilai klub kami.

“Real Madrid, yang akan selalu menjadi rumahnya, mendoakan yang terbaik untuk Álvaro Arbeloa dan seluruh keluarganya dalam babak baru kehidupan mereka.

Arbeloa meninggalkan kursi kepelatihan setelah hanya mendampingi tim dalam 28 pertandingan di semua kompetisi, dengan catatan 18 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 8 kekalahan.

Gejolak di Real Madrid

Arbeloa awalnya diterjunkan sebagai pelatih darurat pada Januari menyusul hengkangnya Xabi Alonso pasca-kekalahan memalukan di Piala Super Spanyol. Meski sempat mengembalikan gairah dan sentimen Madridismo ke ruang ganti, ia pada akhirnya kesulitan mengatasi badai cedera dan penurunan performa tim di pertengahan musim.

Baca juga: Atlético Tolak Mentah-mentah Tawaran €150 Juta Real Madrid untuk Álvarez

Keterbatasan taktis skuadnya terekspos secara brutal di panggung Eropa oleh taktik matang Bayern Munich. Sementara di kompetisi domestik, alih-alih melakukan comeback telat, Real Madrid justru terseok-seok di garis finis dan membiarkan Barcelona melenggang bebas. Bagi Pérez, dua musim beruntun tanpa trofi mayor adalah lampu merah yang menuntut tindakan kejam dan instan.

Kepulangan Sang 'Special One'

Kepergian Arbeloa sejatinya bukan sekadar evaluasi taktik biasa, melainkan langkah pembersihan politik di dalam klub. Dalam kampanye kepresidenannya minggu lalu, Pérez secara eksplisit menjanjikan perombakan total pada proyek olahraga klub, dan nama José Mourinho berada di baris terdepan.

Dengan kabar bahwa Real Madrid telah bersiap mengaktifkan klausul pelepasan Mourinho dari Benfica, pemecatan Arbeloa secara otomatis mengosongkan kursi panas di Bernabéu demi menyambut babak kedua era pria Portugal tersebut di Spanyol.

Ditambah dengan drama penolakan tawaran €150 juta untuk Julián Álvarez dari Atlético Madrid pada hari yang sama, Real Madrid tampaknya sedang menyusun skenario musim panas yang penuh dengan ketegangan tingkat tinggi. Era singkat Arbeloa telah usai, kini panggung utama resmi disiapkan untuk kembalinya sang The Special One.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!