Real Madrid secara mengejutkan meluncurkan tawaran fantastis senilai €150 juta untuk memboyong bintang Atlético Madrid, Julián Álvarez, pada Selasa kemarin. Namun, alih-alih mendapatkan kesepakatan, Los Blancos justru harus gigit jari setelah rival sekota mereka menolak mentah-mentah tawaran memecahkan rekor klub tersebut, dan membalasnya dengan ejekan terbuka yang memicu perang saraf di ibu kota Spanyol.

Langkah berani ini diambil Florentino Pérez tepat setelah dirinya kembali terpilih sebagai presiden klub. Demi memenuhi janji kampanyenya untuk mendatangkan Galáctico baru, Real Madrid mengambil langkah tidak biasa dengan merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi proposal raksasa tersebut, dengan harapan bisa menggoda tetangga mereka yang sedang mengetatkan ikat pinggang.

Pernyataan Resmi yang Berujung Petaka

Dalam rilis resminya, manajemen Real Madrid mengklaim bahwa pendekatan mereka dilakukan dengan profesionalisme tinggi dan rasa saling menghormati.

“Real Madrid C. F. mengumumkan bahwa, setelah rapat Dewan Direksi yang diadakan hari ini, mereka telah mengajukan tawaran sebesar 150 juta euro kepada Club Atlético de Madrid untuk hak federatif pemain Julián Álvarez,” tulis Madrid dalam situs resminya.

Baca juga: Dinasti Florentino Perez Berlanjut di Real Madrid Usai Menang Pemilu Historis

“Setelah meninjau dan mengevaluasi tawaran tersebut, Club Atlético de Madrid telah menyampaikan rasa terima kasihnya atas proposal tersebut, yang dibuat dalam kerangka hubungan baik antara kedua klub, dan telah menolaknya, dengan merujuk pada klausul pelepasan pemain”

Niat hati ingin memamerkan kekuatan finansial, pernyataan Pérez ini justru menyulut api di Civitas Metropolitano.

Balasan Brutal dari Kubu Los Rojiblancos

Atlético Madrid tidak sekadar menolak; mereka memilih untuk mempermalukan Real Madrid di panggung publik. Hanya satu jam setelah pengumuman tersebut, akun media sosial resmi Atlético mengunggah ulang pernyataan Real Madrid lengkap dengan deretan emoji tertawa.

Tidak berhenti di situ, Los Rojiblancos merilis serangan balik tertulis yang menghancurkan narasi "hubungan baik" yang diklaim Real Madrid.

"Anda pasti telah salah mengartikan pendidikan dengan rasa terima kasih, tetapi untuk memperjelas: kami tidak berterima kasih kepada Anda atas apa pun," kata Atleti.

"Kami tidak mempelajari atau mempertimbangkan tawaran apa pun untuk Julian. Bagaimana mungkin kami tidak akur ketika Anda membuat kami tertawa lebih dari Barcelona."

Baca juga: Man City Kandidat Presiden Real Madrid ke Meja Hijau Usai Klaim Haaland

Atlético bahkan menutup sindiran mereka dengan menyinggung kebiasaan lama Real Madrid, "Dengan memanfaatkan hubungan baik dengan presiden baru Anda, mari kita lihat apakah Anda berhenti 'mencuri' pemain dari akademi kami. Terima kasih banyak."

Pihak klub juga menegaskan bahwa Álvarez tidak akan diizinkan pergi kecuali ada klub yang nekat menebus klausul rilisnya yang menyentuh angka €500 juta.

Mengapa Álvarez Layak Diperebutkan?

Reaksi keras dari Atlético ini menjadi bukti betapa vitalnya peran penyerang asal Argentina tersebut dalam proyek masa depan Diego Simeone. Álvarez baru saja menyelesaikan musim yang sensasional dengan membukukan 20 gol dan 9 asis dalam 49 penampilan, mengukuhkan dirinya sebagai salah satu penyerang paling mematikan dan serbabisa di Eropa.

Saat ini, Álvarez sedang fokus membela tim nasional Argentina, namun namanya kini mendadak menjadi pusat dari saga transfer paling panas dan beracun di dunia sepak bola. Florentino Pérez mungkin bermaksud membuat gebrakan besar di hari Selasa, namun ia justru memantik api perang terbuka yang dipastikan akan membuat bursa transfer musim panas ini membara.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!